Pedagang Datging Sapi
Seorang pedagang daging sapi melayani pembelinya di pasar tradisional Wuawua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/7). Harga daging sapi dipasar tradisional mengalami kenaikan menjelang lebaran 1437 Hijriah,dari Rp110 ribu per kilogramnya menjadi Rp125 ribu per kilogramnya. (KABARKENDARI/Suwardoyo)

Kabarkendari.comDinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat, harga bahan pokok pangan di Kota Kendari masih belum stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Muhammad Ali mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan harga sebelum lebaran dan sesudah lebaran, yakni pada 9 September dan pada 13 September 2016.

Hasilnya, beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan sehari sebelum lebaran Iduladha masih belum kembali stabil. Hal itu disebabkan kurangnya suplai bahan pokok dari luar Kota Kendari.

Adapun bahan pokok yang mengalami kenaikan sehari sebelum lebaran adalah beras Konawe naik Rp 40 dari harga sebelumnya Rp 9.240 menjadi Rp 9.280. Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti ayam kampung dari Rp 71 ribu menjadi Rp Rp 75 ribu per ekornya atau naik Rp 4 ribu.

“Kalau daging sapi tetap normal, tidak mengalami kenaikan, harganya tetap Rp 110 ribu per kilogram,” sebutnya.

Pemantauan harga kembali dilakukan sehari setelah Hari Raya Iduladha atau tepatnya, 13 September 2016. Disperindag hanya menemukan harga ayam broiler atau ras yang mengalami penurunan sebesar Rp 220.

Untuk jenis cabe keriting meningkat Rp 600 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 27.400, sementara cabe rawit justru mengalami penurunan harga sebesar Rp 2 riibu. Kenaikan harga signifikan justru terjadi pada cabe besar, yakni dari harga Rp 28 ribu menjadi Rp 32.800.

“Untuk bawang merah harga awalnya Rp 48.067 naik menjadi Rp 49.467 per kg. Kalau bawang merah harganya turun Rp 42 ribu menjadi Rp 41 ribu atau turun Rp 1.000,” urainya.

Selain itu, tomat apel mengalami kenaikan harga dari Rp 7.400 menjadi Rp 7.800, sementara kol juga meningkat dari Rp 5.800 menjadi Rp 6 ribu.
Kenaikan harga beberapa bahan pokok ini lantaran kurangnya suplai dari luar Kota Kendari, sementara permintaan terus meningkat.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...