Syahiruddin Latif
Syahiruddin Latif. (INT)

Kabarkendari.com – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Tenggara merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum Kendari untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang pada lima tempat pemungutan suara.

Menanggapi hal ini, pasangan calon Abdul Rasak-Haris Andi Surahman mengatakan gugatan mereka dapat diterima Mahkamah Konstitusi bila rekomendasi PSU tersebut dilaksanakan.

Kuasa Hukum paslon Rasak-Haris, Syahirudin Latif. SH, mengatakan, rekomendasi bawaslu akan dibawa ke MK untuk diperlihatkan ke majelis hakim sebagai bahan pertimbangan. Harapannya rekomendasi PSU dapat terlaksana mengingat tambahan suara di PSU juga nanti mempengaruhi syarat formil gugatan.

“Rekomendasi PSU yang tidak dilaksanakan itu dibawa ke hakim Mahkamah Konstitusi nanti. Kita jadikan tambahan bukti. Kalau dilaksanakan lebih bagus dan kalau tidak dilaksanakan yah tidak apa-apa juga. Nanti kita akan laporkan di hakim,” kata Syahirudin Latif, Senin 13 Maret 2017 melalui sambungan telepon.

“Kita pegang surat rekomendasi itu untuk kami sampaikan ke majelis hakim. Karena kalau ini dilakukan kami yakin selisih suara itu bisa hanya satu koma. Ini yang kami kejar yaitu syarat formilnya,” sambung Syahirudin.

Bqgaimana jika PSU belum dilakukan namun sidang gugatan sudah terlaksana? Menjawab hal ini Syahirudin Latif menjelasakan semisal belum terjadi PSU dan sidang sudah terlaksana maka hakim diminta untuk menagguhkan perkara.

“Kalau misalkan terjadi PSU maka kami akan meminta sidang ditangguhkan dulu untuk kemudian dihitung kembali DPT-DPT yang kemarin berselisih. Semakin banyak rekomendasi PSU maka semakin besar peluang untuk masuk ke ambang batas atau selisih angka pada perolehan suara di Pilkada kemarin,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...