Abdul Rasak & Muhammad Zayat Kaimoeddin
Dua bakal calon Walikota Kendari, Abdul Rasak (kiri) dan Muhammad Zayat Kaimoeddin, terlibat diskusi dalam sebuah kegiatan. Muhammad Zayat Kaimoeddin atau Derik merupakan salah satu calon yang diusung Partai Demokrat di Pilwali Kendari. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Dewan Pimpinan Pusat atau DPP Partai Golkar memutuskan mendukung Abdul Rasak pada Pilwali Kendari yang rencananya akan dihelat 15 Februari 2017.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Golkar Sulawesi Tenggara, Muhammad Basri mengatakan, Abdul Rasak dipasangkan dengan kader beringin Haris Andi Surahman.

“Yang dapat Golkar itu Rasak, kita praktekan dengan kader Golkar sendiri pak Haris Andi Surahman,” ungkap Basri melalui telepon selulernya, Kamis 11 Agustus 2016.

Menurut Basri, Golkar memilih mendukung Rasak karena menganggap, Ketua DPRD Kota Kendari itu merupakan calon kuat dan paling logis untuk didukung di Pilwali Kota Kendari.

“Golkar melihat calon berdasarkan hasil survei terkait calon-calon yang akan bertarung nanti. Dan, survei Rasak paling tinggi,” ujarnya.

Ia menyebut, ada empat bakal calon yang terdaftar di Golkar untuk maju pada Pilwali Kendari, yakni, Adriatma Dwi Putra atau ADP, Muhammad  Zayat Kaimoeddin atau Derik, dan Andi Musakkir Mustafa.

“Hanya saja, Rasak memiliki elektabilitas paling tinggi diantara calon lainnya. Tingkat kepopuleranya pak Rasak ini paling atas dibanding calon lainnya,” paparnya.

Khusus Haris Andi Surahman, sebut Basri, dia merupakan kader Golkar yang selama ini berkiprah di DPP.

Basri meyakini, bila Rasak dan Andi diduetkan, maka ini merupakan perpaduan pasangan yang komplit dan bisa memenangkan pertarungan merebut kursi kepemimpinan di Kota Kendari.

‚ÄúSejak awal kita memang ingin usung kader walaupun hanya 02. Sekarang, Rasak mau dipaketkan dengan kader Golkar untuk maju,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan Golkar, maka Rasak sudah bisa dipastikan maju pada Pilwali Kendari. Sebab, sebelum Golkar, Ketua DPRD Kota Kendari ini telah mengantongi dukungan Partai NasDem.

“NasDem kan sudah tiga kursi. Kita di Golkar empat kursi. Jadi, sudah cukup tujuh kursi untuk mengusung calon,” tuturnya.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...