Pembusur Misterius di Kendari
Korban pembusuran, Imran, warga warga Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Pembusur misterius kembali beraksi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kali ini, Imran, seorang warga Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, menjadi korbannya. Peristiwa ini terjadi Minggu 16 Oktober 2016, pukul 01.50 Wita, di Puuwatu.

Kepada kabarkendari.com, Imran yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, menceritakan, pada malam itu, dengan mengendarai sepeda motor, ia datang dari Abeli Sawah, Kabupaten Konawe.

BACA JUGA: Kelompok Perampok Bersenjata Beraksi di Kolaka

Saat masuk daerah Kota Kendari, Imran mengaku langsung diserang orang tidak dikenal dengan menggunakan busur. Awalnya, korban mengaku tidak tahu jika tangannya terkena busur.

“Nanti setelah depan Terminal Puuwatu, saya rasakan tangan saya sakit dan berlumuran darah. Ternyata, ada busur sudah tertancap dilenganku,” kata Imran sambil terbaring kesakitan di ruang UGD RS Bhayangkara Kendari.

Menurut korban, pelaku sepertinya sudah merencanakan pembusuran itu. Pasalnya, sesaat setelah dirinya melaporkan kepada teman-temannya, mereka sempat menuju tempat kejadian perkara (TKP), namun pelaku sudah tidak berada di tempat.

Kecurigaan korban, pelaku adalah warga Abeli Sawah yang masih dendam kepada warga Puuwatu atas kasus-kasus selama ini. Namun dia berharap, kepolisian bisa mengungkap kasus itu dan menangkap pelaku pembusuran ini.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Mandonga, Komisaris Polisi Robby Topan Manusiwa, mengungkapkan, pihaknya sementara menyelidiki kasus itu.

BACA JUGA: Anggota Polda Sultra Disangkur Oknum TNI Saat Ungkap Penyelundupan BBM Ilegal

Dijelaskan Robby, untuk keterangan-keterangan yang mengarah kepada pelaku sudah ditemukan. Menurutnya, kasus ini adalah rentetan perkelahian antar-kelompok pemuda di wilayah hukumnya. Namun katanya, dia akan mencoba mengungkap siapa pelaku pembusuran terhadap korban.

“Kami sudah temukan ciri-cirinya. Saat ini kami sementara mendalami dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di TKP saja,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...