sekda bombana
Sekda Bombana, Burhanuddin HS Noy. (INT)

Kabarkendari.com – Sejak Selasa 23 Agustus 2016 berada di Kota Kendari, KPK telah memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui dan berperan dalam kasus dugaan korupsi yang sedang dihadapi Gubernur Sultra Nur Alam. Jumat 26 Agustus 2016, KPK kembali memeriksa saksi-saksi, diantaranya Sekda Bombana Burhanuddin HS Noy.

Burhanuddin dimintai keterangannya hanya sebatas mengenai tugas dan kewenangan Sekda. Mantan Kadishub Pemrpov Sultra ini mengaku sempat ditanyai juga mengenai penerbitan Izin Usaha Pertambangan atau IUP PT Anugerah Harisma Barakah atau AHB yang saat ini didalami KPK.

“Saya sampaikan bahwa saya tidak mengetahui soal IUP PT AHB. Karena memang PT AHB beroperasi di Bombana sebelum saya menjadi Sekda. Saya memang jelaskan bagaimana prosedur izin keluar dan sebagainya. Tapi kalau soal IUP PT AHB saya tidak tahu menahu,” ujarnya.

Selain Sekda Bombana, KPK juga memeriksa seorang oknum PNS Bombana bernama Kaluarios Syanruth. Namun Kaluarios enggan berterus terang jika dirinya hadir di Mapolda Sultra dalam rangka menghadap penyidik KPK.

Ia mengakui hadir di sana sehubungan dengan kasus lain. Namun sayang, saat ditanya jurnalis terkait kasus apa, Kaluarios memilih bungkam. Ia tampak terburu-buru setelah keluar dari ruang pemeriksaan. “Tidak tahu saya dek soal kasus itu Nur Alam. Saya tidak hadir soal itu. Jadi saya tidak tahu,” katanya sambil masuk ke dalam mobilnya.

Disamping itu, selain dua saksi tadi, KPK juga sudah memeriksa mantan Kadis ESDM Sultra Hakku Wahab yang sempat mangkir pada Rabu 24 Agustus 2016, dan Kadishut Bombana Muh Rukisah. Sedangkan salah seorang dosen UHO Kendari La Ode Ngkoimani belum sempat hadir. Ia dikabarkan masih berada di Belgia menghadiri kegiatan konferensi dunia.

Sementara itu penyidik senior KPK Novel Baswedan mengungkapkan, bahwa PNS dan pejabat yang diperiksa semuanya terkait kasus Nur Alam. Hanya saja Novel Baswedan tidak memberikan penjelasan apa materi penyidikan terhadap para saksi.

“Masih akan terus diperiksa. Mereka diperiksa sebagai saksi. Ini akan terus dilaksanakan kemungkinan sampai besok,” singkatnya sambil berlalu menuju masjid Polda Sultra.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...