Elpiji Kota Kendari
Seorang Karyawan Salah Satu Agen Elpiji 3 Kilogram di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Mengatur Tabung Elpiji 3 Kilogram di Atas Kapal Motor yang Akan diantarpulaukan. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara segera melakukan inspeksi mendadak menyusul terjadinya kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram.

“Kita akan buat agenda untuk inspeksi ke semua daerah. Kita berkunjung langsung ke lapangan dengan melibatkan pemerintah kota dan kabupaten,” ujar Kadis ESDM Sultra, Burhanuddin dalam rapat bersama dengan Pertamina, agen dan pangkalan, Kamis 22 September 2016.

Menurutnya, terjadinya kelangkaan itu karena adanya oknum-oknum pangkalan yang nakal dengan menjual gas dalam jumlah banyak ke pengecer. Padahal, pangkalan hanya diperkenankan menjual langsung ke masyarakat.

Burhanuddin meminta para agen elpiji 3 kg agar memasukan semua pangkalan di wilayah distribusinya agar mudah diawasi. Agen juga memberikan pembinaan dan mengingatkan mereka untuk menjual gas melon langsung ke masyarakat.

Sebab, kata Burhanuddin, ESDM tidak mengenal adanya pengecer. Yang ada itu hanya konsumen, yakni rumah tangga dan usaha mikro. Bahkan, menurut laporan yang ia terima, terdapat beberapa pangkalan yang baru mendapat distribusi dari agen pada pagi hari, namun malam harinya langsung habis.

“Pemerintah tidak menginginkan seperti itu. Saya minta kepada pertamina untuk menindak tegas agen nakal sebagai efek jera,” pinta Burhanuddin dalam rapat yang dihari Sales Eksekutif Elpiji Rayon III Pertamina Kendari, Andrew Tambunan.

Burhanuddin menyatakan pemerintah telah menentukan harga eceran tertinggi atau HET. Dimana, harga pada tingkat agen sebesar Rp 15.700 dan pada pangkalan sebesar Rp 17.900.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...