Empat Anggota Polda Sultra Dipecat
Empat anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Senin pagi tadi 8 Agustus 2016, dipecat atau mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Empat anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Senin pagi tadi 8 Agustus 2016, dipecatĀ atau mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.

Mereka adakah Brigadir Ulhab, Briptu Andri Pratama, Briptu Samri, dan Briptu Hisman. Mereka diberhentikan karena melakukan berbagai pelanggaran dan merusak nama baik institusi kepolisian.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigadir Jenderal Polisi Agung Sabar Santoso, keempat polisi itu dipecat setelah melalui proses pengadilan karena melakukan tindak pidana.

“Ini karena mereka sudah menjadi terpidana dan sudah inkra. Vonisnya empat dan lima tahun dan ini masuk pelanggaran kode etik,” katanya.

Menurut Agung, tindakan pemecatan ini untuk memberikan pembelajaran bagi anggota yang lain. Dia menegaskan, tindakan memalukan institusi dengan melakukan pelanggaran hukum merupakan pelanggaran berat.

Karena itu, Agung mengimbau agar anggota lain tidak main-main dengan aturan dan bertugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tindakan seperti ini, memalukan institusi dan mereka juga melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Agung mengungkapkan, keempat anggota Polda Sultra yang dipecat itu melakukan pelanggaran berbeda-beda.

Brigadir Ulhap terlibat kasus pemarangan dijerat Pasal 11 huruf a, pasal 12 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah RI Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri dan pasal 7 ayat 1 huruf a, pasal 10 huruf a, pasal 11 huruf d, pasal 15 huruf e, Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Sementara, Briptu Samri dan Briptu Andry Pratama tidak pernah masuk kantor, melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf a peraturan pemerintah RI tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, pasal 21 ayat 3 huruf e, peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Sedangkan Briptu Hisman terlibat kasus pemerkosaan, melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a, pasal 13 ayat 1, pasal 14 ayat 1 huruf b peraturan pemerintah RI Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri subsider pasal 5 huruf a dan pasal 15 peraturan Kapolri Nomer 7 tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Penulis: Egi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Simpan

Facebook Comments
loading...