Kendari– Sepekan pasca lebaran Idul Fitri, Rabu (13/7) elpiji 3 Kilogram bersubsidi langka di beberapa daerah. Imbasnya, kenaikan harga di kalangan pengecer tembus sampai Rp 25 ribu per tabung sedangkan pemerintah telah mematok harga hanya Rp 18 ribu per tabungnya.

Salah satu pedagang di Kendari, Rosmi, mengakui jika saat ini dirinya menjual harga elpiji 3 kilogram Rp 23 ribu per tabungnya.

“Hampir semua warung yang menjual gas 3 Kilogram menaikan harga sampai Rp 23 ribu dan saya harus mengikutinya,” katanya.

Pengecer mengaku setelah lebaran untuk memperoleh elpiji subsidi 3 kilogram susah. Pedagang di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan pun menaikan harga jual tabung elpiji 3 Kilogram hingga Rp 25 ribu. Alasannya pun sama jika mereka mendengar kabar harga di pengecer elpiji 3 Kilogram.

“Saya membeli tabung elpiji 3 Kilogram sudah mahal dan tentu harga saya naikan agar memperoleh keuntungan,” ungkap Lia, kemarin.

Sementara ibu rumah tangga yang menggunakan elpiji 3 Kilogram mengeluhkan kenaikan harga elpiji yang telah mendapat subsidi dari pemerintah itu.

Findriyani, salah satu ibu rumah tangga di Kecamatan Ranomeeto sudah merasakan kenaikan harga hari sepekan menjelang lebaran Idul Fitri dan sulit memperoleh gas elpiji.

“Di warung hampir semuanya harga Rp 20 ribu per tabung, naik menjadi Rp 22 ribu dan sekarang Rp 25 ribu per tabung,” ungkapnya sambil menghela nafas.

Penulis : Gendis

Facebook Comments
loading...