Gerindra Sultra
Imran (kiri) di samping istrinya saat berbincang dengan Bupati Konawe Selatan yang baru,Surunuddin Dangga. (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Imran, menegaskan posisi partainya dalam bursa kandidat bakal calon Walikota Kendari 2017. Meski salah satu kandidat, Adriatma Dwi Putra merupakan anak menantunya, bukan berarti dukungan partai otomatis dimilikinya.

Partai Gerindra, kata Imran, dalam memilih calon kandidat kepala daerah harus berdasarkan hasil survei dan harus tahu cara menang pilkada. Pernyataan Imran ini sekaligus menepis klaim ketua DPD PAN Kota Kendari bahwa posisi Imran sebagai ketua DPD gerindra Sultra, memperkokoh kedudukan Adriatma Dwi Putra, ADP.

BACA JUGA: ADP Berpeluang Dapatkan Dukungan Gerindra

“Perkara kalau dia masuk atau tidak tetap harus melalui mekanisme partai. Kita akan dudukkan dulu di internal partai. Tidak mungkin kita langsung main tunjuk saja ADP, atau calon lain,” terangnya.

Menurut Imran, Elektabilitas menjadi syarat mutlak dalam partainya. Mustahil menurut Imran menandatangani berkas pasangan calon yang hanya semata-mata mengandalkan ketenaran namun tidak mempunyai modal politik dan sosial.

“Harus kita tahu dulu modal sosialnya apa, modal politiknya apa, jangan sampai tidak sosialisi baru mau maju. Disini tidak ada yang gratis harus ada modal investasi seperti politik dan sosial,” beber mantan Bupati Konawe Selatan itu.

Meskipun Adriatma Dwi Putra adalah menantunya, Imran berkilah bahwa dalam politik saat ini dirinya harus pandai memposisikan diri.

“Saya harus bisa memposisikan diri yakni sebagai individu, sebagai keluarga dan politisi. Tapi kalau saya tanya juga calonnya bagaimana cara memenangkan pilkada lantas tidak jelas bagi saya, nda mungkinlah saya akan usung. Bertarung di pilkada bukan bicara main-main,” jelasnya.

Penulis : Egi
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...