Mantan bendahara PAN
Mantan Bendahara DPD PAN Kota Kendari, Toyo. (KABARKENDARI/pandi)

Kabarkendari.com – Meski sudah menghabiskan waktu di Partai Amanat Nasional (PAN) selama 13 tahun, Toyo mengambil sikap tegas keluar dari partai berlambang matahari terbit itu.

Salah satu alasan mundur mantan Bendahara Dewan Pimpinan Daerah atau DPD PAN Kota Kendari ini adalah sudah tidak nyaman lagi berkader di PAN. Selain itu, dia juga telah memiliki sikap berbeda dengan Asrun. Toyo lebih mendukung Abdul Rasak maju Pilwali Kendari ketimbang Adriatma Dwi Putra.

“Saya di PAN sejak 1999 atau sejak pertama partai berdiri. Tapi, sekarang saya mundur dari PAN karena saya tetap setia mendukung Abdul Rasak,” ungkap Toyo kepada kabarkendari.com, Jumat 30 September 2016.

Selain keluar dari partai, Toyo juga harus mundur sebagai tenaga ahli Fraksi PAN di DPRD Kota Kendari.

BACA JUGA: Ribuan Pendukung Banjiri Deklarasi Abdul Rasak-Haris Andi Surahman

“Saya ditawari sampai tiga kali untuk gabung kembali, tapi saya menolak. Pascamusda baru-baru ini, saya resmi keluar,” tambahnya.

Toyo mengaku, sudah tidak nyaman di PAN setelah DPD PAN Kota Kendari memutuskan untuk mengusung Adri di Pilwali Kendari.

Padahal, pada pertemuan Februari 2015 lalu sebelum keberangkatan kongres, semua kader termasuk Asrun sudah sepakat dan memutuskan untuk mengusung Abdul Rasak. Namun faktanya, partai malah mengingkari keputusan bersama itu.

“Memang sudah pasti ada hubungannya dengan politik. Sejak pertama, saya sudah dukung Rasak bersama pengurus lainnya,” alasnya.

Saat ini, di kepengurusan PAN Kota Kendari sudah terjadi perubahan besar-besaran. Banyak kader yang tidak masuk dalam struktur kepengurusan.

“Sebanyak 64 pengurus kelurahan dan 10 DPC PAN seluruh kecamatan di Kota Kendari, sudah tidak diakomodasi lagi. Itu sesuai informasi yang saya dengar,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...