Ilustrasi penambangan ilegal
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Penyidik Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, menetapkan status tersangka terhadap Direktur Utama perusahaan tambang PT Bumi Bintang Selatan Mineral (BBSM), Sulkifli dan Direktur Utama PT Bososi, Andi Uci.

Keduanya disangka melakukan penambangan nikel secara ilegal di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, karena menyalahi dokumen Izin Usaha Pertambangan.

Sulkifli ditetapkan tersangka karena memimpin perusahaan dan melakukan penambangan diluar IUP. Sedang Andi Uci ditetapkan tersangka karena memberikan perintah kerja kepada Sulkifli, yang belakangan menambang tidak sesuai izin.

“Tersangka AU mengaku sebagai direktur PT BP, memeberikan perintah kerja kepada SU selaku dirut PT BBSM. Makanya turut ditetapkan tersanga,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto, Kamis 9 Maret 2017.

Sunarto menjelaskan keduanya ditetapkan tersangka dalam pelanggaran bidang pertambangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Baik Sulkifli maupun Andi Uci diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 10 milyar.

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Minerba,” jelasnya.

Hingga saat ini, penyidik Polda Sultra telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi termaksud kepada para tersangka.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...