penyanderaan
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Dua nakhoda kapal RI asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menjadi korban penculikan kelompok bersenjata di Perairan Sabah Malaysia.

Dua warga asal Buton ini bekerja di dua kapal Malaysia yang berbeda. Yakni, kapal SSK 00520 F dan kapal SN1154/4F. Dua kapal ini dinakhodai oleh dua pria asal Buton.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI Sultra La Ode Askar mengatakan, belum mengetahui pasti adanya penculikan dua WNI asal Buton di Malaysia.

Menurutnya, bila informasi yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bisa saja benar. “Kalau dari informasi Menteri Luar Negeri begitu, sudah pasti benar,” ungkap La Ode Askar dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 6 November 2016.

Askar mengaku, belum mengecek datanya terkait adanya TKI asal Buton yang bekerja di Malaysia sebagai nakhoda kapal.

“Saya ini sementara berada di Muna Barat mengantar TKI yang kena hukuman di Malaysia,” ujarnya.

Melalui pemberitaan media nasional, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, WNI yang diculik di Sabah Malaysia berasal dari Buton.

Kemenlu, sudah berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu dan KJRI Tawao. “Kita sudah bergerak untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat,” terangnya dikutip dari Detik.com.

BACA JUGA: Rebutan Wanita, Dua Lelaki di Kolaka Utara Saling Tebas

Retno mengatakan dirinya juga terus mencari informasi yang lebih rinci terkait penculikan tersebut. Menlu mencari informasi kepada pihak keamanan Malaysia, pemilik kapal dan 6 ABK yang berhasil lolos dari penculikan.

Sebelumnya diberitakan dua nakhoda asal Indonesia diculik dari kapal Sandakan di perairan pantai timur Kuala Kinabatangan yang lokasinya dekat dengan Filipina pada hari Sabtu (5/11). Kedua orang tersebut diculik secara terpisah.

Kedua nakhoda Indonesia yang diculik berusia 52 tahun dan 46 tahun. Kapal-kapal mereka dicegat dan dirampok pada sekitar pukul 11.00 dan 11.45 waktu setempat.

Komandan pasukan keamanan Sabah Timur, Datuk Wan Bari Wan Abdul Khalid, mengatakan penculikan dua WNI terjadi di wilayah yang berjarak beberapa mil laut dari Sungai Kinabatangan. Lokasi diculiknya kedua orang tersebut dikenal dengan sebutan karang Pegasus.

“Dalam insiden pertama, lima orang bersenjata dengan speed boat naik ke kapal nelayan dan menculik kapten 52 tahun,” kata Wan Bari.

“Mereka meninggalkan dua awak berusia 47 tahun dan 35 tahun di atas kapal,” ujarnya.

Wan Bari mengatakan, orang-orang bersenjata tersebut kemudian melarikan diri ke arah perairan internasional setelah aksi penculikannya berhasil. Tak lama setelah peristiwa pertama, mereka berhasil menculik seorang kapten kapal lain asal Indonesia yang jaraknya tiga mil laut dari lokasi penculikan yang pertama.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...