kpud konsel
Kantor KPUD Konsel. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Selatan (Konsel) akhirnya mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 54 juta pada kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Konsel 2015.  Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Konsel, Abdillah.

Menurutnya, pengembalian kerugian negara tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan dua bukti kuat keterlibatan lima komisioner KPU Konsel dalam kasus tersebut. Baru dua komisioner yang beritikad baik mengembalikan. Sayangnya, Abdillah tidak menyebut kedua komisioner tersebut.

BACA JUGA: BPKP Belum Mengaudit Kasus Korupsi KPU Konsel

“Yang satu nama Nuzul dan satunnya lupa namanya. Tapi keduanya diduga kuat terlibat kasus korupsi itu,” kata Abdillah, saat ditemui di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, usai menghadiri pertemuan dengan tamu Kejaksaan Agung.

Abdillah mengaku, pengembalian keuangan negara bukan berarti proses hukum akan dihentikan. Pihak kejaksaan tetap akan menindak lanjuti kasus tersebut dari sisi pidananya.

“Pengembalian kerugian negara tidak menjadi dasar untuk menghentikan proses penyidikan yang sedang berlangsung.Tapi akan menjadi bahan pertimbangan kami, karena ada niat baik,” katanya.

Sementara Ketua KPU Konsel, Jabal Nur bersama dua komisioner lainnya belum mengembalikan kerugian negara. Menurutnya, Jabal Nur masih akan menjalani pemeriksaan lanjutan yang dijadwalkan setelah ada hasil audit BPKP Sultra. Jika hasil audit keluar, Abdillah menyatakan pasti langsung ditetapkan tersangka.

“Kita masih menunggu waktu yang pas untuk melakukan pemeriksaan kepada dia (Jabal Nur). Saat ini kami masih menunggu hasil audit. Jika hasil audit keluar, maka perkaranya akan displit satu persatu,” jelasnya.

BACA JUGA: KPU RI Dukung Proses Hukum Komisioner KPU Konsel

Seperti diberitakan sebelumnya, lima komisioner KPU Konsel diduga terlibat pada kasus dugaan korupsi pengadaa Baliho “Ayoh Memilih” tahun 2014 yang telah menetapkan tiga tersangka dan telah dihukum oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kendari beberapa bulan lalu. Yakni, Sekretaris KPU Konsel, Suparjo, Bendahara Adi Darmawan, dan pemilik percetakan baliho, Amirul.

Selain itu, lima komisioner juga terlibat pada penyalagunaan uang negara dengan mengalokasikan biaya rental mobil . Dari hasil penydikan jaksa, rental mobil yang dilakuan oleh lima komisioner diduga fiktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...