Kakanwil Kemenag
Kepala Kantor Kementrian Agama Sulawesi Tenggara, Ali Irfan (kiri), dalam sebuah kegiatan keagamaan. (KABARKENDARI/Temon)

Kabarkendari.com – Dua jemaah haji asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang sempat memisahkan diri akhirnya kembali ke rombongan dalam kondisi dehidrasi. Keduanya adalah Wijayanto Promo Sumito,55 tahun, dan Suryadi Muhammad Jafar, 37 tahun.

Kepala Kantor Wilyah Kementerian Agama Sultra, H Mohamad Ali Irfan mengatakan, keduanya memisahkan diri dari rombongan karena ingin melaksanakan Tarwiyah yakni berjalan kaki dari Masjidil Haram ke Arafah dengan jarak mencapai puluhan kilometer.

“Ada orang yang melaksanakan haji, kalau tidak Tarwiyah maka tidak afdol. Padahal haji itu adalah Arafah, bukan Tarwiyah, tapi keyakinan itu masih banyak dianut oleh para jemaah kita,” ujar Ali Irfan, Rabu 14 September 2016.

Dia menambahkan, sebenarnya seluruh kloter sudah sepakat untuk melarang para jemaah haji untuk ikut Tarwiyah, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab, suhu di Saudi Arabia sangat ekstrem, yakni hampir 50 derajat celcius.

“Tapi ternyata jemaah haji kita tetap memaksakan kehendak untuk tetap Tarwiyah,” tandasnya.

Sebenarnya, kata Ali Irfan, ketua kloter sudah melarang tapi keduanya berangkat secara diam-diam dan meninggalkan surat pernyataan di dalam kamar. Kedunya meninggalkan rombongan pada 9 September 2016 sekitar pukul 10.00 pagi waktu Saudi Arabia.

Surat pernyataan itu berisi bahwa keduanya akan menanggung sendiri akibatnya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan Tarwiyah.

“Waktu puncaknya haji di Arafah, mereka sudah berkumpul kembali ke rombongan dalam kondisi yang sehat. Hanya, mereka merasa dehidrasi dan telah ditangani oleh tim medis,” beber Ali Irfan.

Menurut dia, pemahaman masyarakat muslim pada umumnya yang memahami sunnah rasul secara kaku, bahwa tarwiyah itu merupakan tuntutan ibadah yang harus dilaksanakan, padahal tidak.

“Kemenag Pusat telah menurunkan tim di Saudi Arabia untuk memfasilitasi orang-orang yang tarwiyah, tapi pada akhirnya disepakati untuk tidak tarwiyah karena cuaca ekstri,” pungkas Ali Irfan.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...