DPS Relawan Derik
Ketua Tim relawan pasangan calon Zayat-Syahriah, LM Bariun. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.comKPU Kota Kendari bersama jajaran di bawahnya telah mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (PDPS) Pilwali Kota Kendari, hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) PPDP. Dari DPS itu, banyak ditemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah kedepannya.

Ketua Tim relawan pasangan calon Zayat-Syahriah, LM Bariun mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan validasi DPS, didapatkan banyak pemilih ganda dalam daftar yang diumumkan tersebut. Selain itu, terdapat pula warga tanpa NIK terdaftar dalam DPS, termasuk orang-orang yang sudah meninggal.

Bagi Bariun, DPS yang sarat masalah ini merupakan gambaran profesionalitas kerja-kerja penyelenggara, mulai dari KPU hingga PPDP yang menjadi ujung tombak dalam proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih.

“Dengan adanya berbagai masalah ini, maka kita patut menilai bahwa penyelenggara belum profesional melaksanakan tugasnya dalam proses ini. Sebab, jika dilakukan dengan profesional, maka sangat mustahil ada pemilih ganda dan ada orang meninggal yang masih masuk dalam DPS. Apalagi, mereka ini kan sudah mengikuti Bimtek pemutakhiran data pemilih yang dibiayai oleh negara dengan anggaran yang tidak sedikit,” tohok Bariun.

Karena itu, Bariun mengingatkan penyelenggara untuk lebih berhati-hati dan lebih profesional dalam melaksanakan setiap tahapan Pilwali Kendari ini agar tidak menimbulkan masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Disamping itu, persoalan seperti ini mesti direspons serius demi mewujudkan Pilwali yang bersih dan bermartabat di Kota Kendari.

BACA JUGA: KPU Kendari Akan Verifikasi Pemilih Ganda di Lapangan

“Karena ini masih dalam tahap perbaikan, maka penyelenggara sebaiknya bekerja lebih baik lagi untuk membersihkan DPS dari pemilih-pemilih ilegal dan siluman sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Saya kira kawan-kawan di KPU sudah paham bagaimana konsekuensi hukumnya jika masalah ini tetap dibiarkan,” kata Bariun melalui selulernya, Sabtu 19 November 2016.

Bariun melihat, ada upaya yang terindikasi dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemutahkhiran data pemilih Piwali Kendari. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya pemilih yang tidak memenuhi syarat secara undang-undang namun terdaftar dalam DPS. Bariun mencurigai, ada pesanan dari pihak-pihak tertentu untuk menodai proses demokrasi di Kota Lulo ini.

“Nama ganda berpotensi dimanfaatkan oleh pemilih-pemilih yang sengaja dimobilisasi dari daerah tetangga untuk menambah pundi-pundi suara bagi pasangan calon tertentu. Sebab, pemilih dari daerah tetangga bisa saja datang memilih dengan menggunkan fomulir C6 nama-nama ganda tadi, termasuk mereka-mereka yang sudah meninggal,” terangnya.

Mengenai berbagai dugaan pelanggaran ini, Bariun mendesak kepada Panwaslu Kota Kendari untuk menggunakan segala kewenangannya menyikapi secara serius permasalah ini. Bagi Bariun, DPT menjadi alat vital dalam proses Pilkada. “Biasanya, sumber masalah dalam beberapa Pilkada di daerah-daerah lain terletak di DPT. Karena itu, Panwas di Pilwali Kendari diharapkan dapat mengawal pelaksanaan Pilwali Kendari ini,” pesannya.

Dengan tidak bermaksud menafikkan kerja-kerja KPU Kota Kendari, Bariun merasa khawatir, ajang Pilwali Kendari ini menjadi momen terakhir bagi komisioner yang sudah mendapat teguran keras dari DKPP dalam pemilihan sebelumnya untuk mengejar kepentingan. Semoga saja, lanjut Bariun, kekhawatiran itu tidak terjadi dan hanya menjadi pemikiraan sesaat atas temuan persoalan DPS.

“Kita tunggu saja perkembangannya. Kalau nantinya masalah ini masih kita temukan di DPT nanti, maka kekhawatiran saya bisa saja ada betulnya,” tutup Bariun.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...