mengejar embun uho
Salah satu scene di film Mengejar Embun ke Eropa yang menghabiskan anggaran senilai Rp 7 Milyar dan diduga beraroma korupsi. (youtube)

Kabarkendari.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara siap menampung aspirasi para guru besar di Universitas Halu Oleo Kendari yang memprotes pembuatan film “Mengejar Embun ke Eropa”.

Produksi Film “Mengejar Embun ke Eropa” disebut menghabiskan anggaran senilai Rp 7 Milyar. Belakangan, film tersebut diduga beraroma korupsi. Film yang melibatkan sejumlah artis nasional itu diproduksi pada masa kepemimpinan Rektor Usman Rianse.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo mengatakan, pihaknya siap menerima seluruh aspirasi para guru besar tersebut meskipun berkaitan dengan kasus hukum.

“Kita juga bisa rekomendasikan kepada pihak terkait bila diperlukan,” kata Yaudu Salam Ajo di gedung DPRD Sultra, Kamis 15 Desember 2016.

Baru-baru ini, kata Yaudu, dewan telah merekomendasikan protes para guru besar ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Menristek Dikti, DPR RI dan DPD RI.

“Sampai saat ini, belum ada tanggapan surat kami. Kita berharap, bisa secepatnya ada tanggapan agar ini cepat selesai,” ujarnya.

“Saya harap tidak ada pelanggaran hukum. Sebab, kalau ada pelanggaran hukum, risikonya berat. Saya harap bisa cepat selesai dan UHO bisa tenang kembali dengan adanya rektor baru,” tambah Yaudu.

Berkaitan dengan persoalan Pemilihan Rektor UHO, Yaudu berharap masalah yang terjadi bisa secepatnya diselesaikan di internal kampus. Hadirnya Supriadi Rustad sebagai Plt Rektor diharapkan bisa mempercepat Pilrektor.

“Secara teknis, kita tidak boleh terlalui jauh masuk ke dalam. Kita hanya sampaikan kepada pihak berwenang saja. Saya sendiri melihat, polemik pilrektor harus segera diselesaikan tapi tidak boleh juga halangi dinamika program lain sepanjang untuk kebaikan UHO dan masyarakat Sultra,” paparnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...