Ilustrasi Miras
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Adanya dugaan peredaran minuman keras (miras) ilegal bermerek Mcdonald di Kendari, Sulawesi Tenggara, membuat DPRD Kota Kendari angkat bicara. DPRD menyerukan kepada seluruh distributor miras agar mematuhi aturan dengan tidak mengedarkan miras tanpa izin.

BACA JUGA: Mahasiswa di Kendari Persoalkan Peredaran Miras Mcdonald

Plt Ketua DPRD Kendari, Husen Mahmud mengungkapkan, Bea dan Cukai Kendari secepatnya mengambil langkah untuk melakukan razia dan penyitaan miras Mcdonald tersebut. Katanya, tidak mempunyai izin secara otomatis juga tidak mempunyai cukai resmi dari Bea dan Cukai Kendari.

“Hal-hal begini seyogyanya Bea dan Cukai melakukan pendalaman informasi dan kalau perlu melakukan penyitaan secepatnya. Kalau tidak ada izinnya, yah tidak bolehlah. Ini juga pasti tidak mempunyai pita cukai resmi. Harus diingatkan para distributor miras ini,” kata Husen kepada Kabarkendari.com, Kamis 10 November 2016, melalui selulernya.

Dia mengaku akan menginstruksikan secepatnya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kendari secara resmi untuk melakukan sidak, supaya distributor nakal yang mencoba memain-mainkan wibawa aturan perda miras secepatnya ditindaki dan diproses. Husen mengakui bahwa saat ini banyak laporan soal miras ilegal di DPRD Kendari.

“Terakhir empat elemen melapor dan meminta distributor segera ditindaki. Tapi belum ada juga gerakan. Saya janji akan proses kasus ini. Disperindag dan Bea Cukai harus tegas. Jangan biarkan miras-miras ilegal. Apalagi mau tahun baru, takutnya dioplos dan berakibat fatal bagi konsumen,” tegasnya.

BACA JUGA: Dari Pasar Gelap, McDonald Diduga Telah Beredar di Kota Bertakwa

Untuk diketahui, saat ini beredar di masyarakat terkait miras jenis Mcdonald. Minuman ini diduga tidak mempunya izin dan cukai resmi. Tidak hanya itu penjualannya juga secara sembunyi-sembunyi. Mcdonald diduga melalui pasar gelap dan dibekingi oleh oknum pemerintah yang menaungi izin penjualan resmi.

“Kalau begitu saya akan panggil disperindag untuk duduk bersama membahas soal ini,” pungkas Husen.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...