FORPAD Sulawesi Tenggara, menggelar unjukrasa mendesak Kepolisian Daerah Sultra menuntaskan kasus dugaan gratifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS kategori 1 dan kategori 2 Bombana.
3 orang PNS lingkup Kota Kendari berjalan menuju kantor usai jam istrahat. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Dinas Pertanian dan Peternakan atau Distanak Provinsi Sulawesi Tenggara mulai merasakan dampak pembekuan dana alokasi umum atau DAU sebesar Rp 217 miliar dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Beberapa programnya harus rela dibatalkan, diantaranya anggaran kemasan beras Mekongga dan Konawe. Padahal, dengan kemasan itu Sultra bisa memiliki ikon beras sendiri.

“Beras Konawe dan Mekongga itu terkendala dengan rencana pembiayaan kami untuk menganggarkan kemasan, karena ada pemotongan anggaran,” ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Sultra, Muhammad Nasir, Rabu 7 September 2016.

Menyusul belum bisa dicetaknya kemasan, pihaknya menyerahkan beras itu ke Badan Urusan Logistik atau Bulog Sultra untuk menyiasatinya dengan kemasan sesuai dengan anggaran yang mereka miliki.

Nasir mengaku belum mengetahui angka pasti anggaran yang dipotong khusus di Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra. Ia berharap, anggaran yang sudah dikontrakan dengan pihak ketiga tidak dipotong.

“Belum ada angka pasti, masih dibicarakan sekarang. Pengadaan alat pertanian yang tujuannya untuk memakmurkan petani, itu jangan,” harapnya.

Selain itu, tambah Nasir, ada anggaran rehabilitasi kantor yang sekarang sedang berjalan bisa dipertahankan. Kemudian sarana dan prasarana pengkantoran juga masih dalam proses negosiasi.

“Kalau tidak disetujui apa boleh buat, betarti kita anggarkan lagi di tahun anggaran baru,” katanya dengan nada pasrah.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, tidak menyangka akan ada pembekuan anggaran sebesar itu tapi beberapa program yang telah berjalan memang sangat dibutuhkan.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...