Asrun tanggapi dingin kampanye anti politik dinasti
Wali Kota Kendari, Asrun. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Kampanye anti politik dinasti yang kerap disuarakan Nur Alam pada beberapa kesempatan, ditanggapi dingin Wali Kota Kendari, Asrun. Asrun mengaku tidak tersinggung.

Menurut Asrun, Undang-undang tidak melarang keluarga petahana untuk maju. Malah aturan menghendakinya. Sebab, jika menghalangi partisipasi politik anaknya ia bisa dinilai melanggar Hak Asasi Manusia, HAM.[irp posts=”846″ name=”Nur Alam Makin Gencar Kampanye Tolak Politik Dinasti”]

“Yang ngomong pun itu lakukan yang sama. Hanya saja, dia calonkan saudaranya tapi kalah,” sindirnya.

Belajar dari pengalaman masa lalu, kata Asrun, banyak kepala daerah yang baru tidak mau melanjutkan program yang lama karena punya kepentingan dan program sendiri. Hal itu dinilai sebagai penghambat proses pembangunan yang berkelanjutan.

“Contohnya, pembangunan tugu MTQ yang sampai saat ini tidak dilanjutkan. Selain itu, Pusat Promosi dan Informasi Daerah atau P2ID, kondisinya juga memprihatinkan karena pemerintah saat ini tidak memberikan sentuhan anggaran,” ujarnya.[irp posts=”763″ name=”Nur Alam: Saya Tidak Ingin Buat Dinasti Pemerintahan di Sultra”]

Hal inilah yang menjadi dasar Asrun untuk mengusung putranya sendiri Adriatma Dwi Putra, ADP. Ia menilai dalam diri putranya itu terdapat potensi dan kemampuan memadai untuk memimpin Kota Kendari ke depan.

Asrun mengaku, sudah melihat untung dan manfaatnya bila mengusung anaknya di Pemilihan Wali Kota Kendari 2017 nanti. Salah satunya bisa melanjutkan program yang telah ia canangkan dan menatanya dengan baik.

Penulis: Pandi
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...