rasak - haris
Pasangan bakal calon Wali Kota Kendari Abdul Rasak-Haris Andi Surahman beberapa waktu lalu. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari, Abdul Rasak, tidak bisa lagi menyembunyikan kekecewaannya setelah diabaikan partainya sendiri, Partai Amanat Nasional. Abdul Rasak pun berpindah ke lain hati. Ia melabuhkan harapannya kepada partai lain sebagai kendaraan politik menuju Pilwali Kendari 2017.

PAN lebih memilih Adriatma Dwi Putra alias ADP dari pada Rasak yang telah menjadi kader selama 17 tahun. Keputusan partainya itu sangat ia sesali. Sebab kaderisasi yang dilaluinya tak perlu diragukan.

“Kalau dari segi kaderisasi, saya kira mungkin siapapun akan kecewa,” ketus Rasak.

Menurutnya, momentum Pilwali 2017 adalah waktu yang tepat bagi PAN Kota Kendari untuk mengusung kader terbaik. Keputusan telah diambil. Rasak pasrah. Ia merasa PAN telah melepasnya.

“Nah, hari ini kita punya ruang, PAN mendorong yang lain, ada kekecewaan tetapi itu tidak bisa terakumulasi menjadi hal-hal yang dominan dalam kepentingan pribadi. Sehingga kita cari jalan lain dalam rangka untuk membawa kepentingan masyarakat. jalannya adalah menjadi Wali Kota Kendari,” katanya.

Jika nantinya terpilih menjadi Wali Kota Kendari, Rasak mengaku tidak akan menutup kemungkinan pindah ke partai lain. Tentu saja salah satu partai pengusungnya saat ini.

“Pada saat dalam perjalanan, ada partai-partai yang ingin bersama kita dengan berbagai pertimbangan, ya tentunya ini juga kita sebagai manusia harus menghargai itu,” tuturnya.

Rasak mengaku tidak tahu menahu pertimbangan, indikator yang digunakan PAN Kota Kendari untuk mengusung bakal calon. Seharusnya, kata Rasak, survei menjadi bagian indikator untuk mengukur tingkat keterpilihan seorang calon.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...