PDIP sultra mengusung LM Rajiun Tumada untuk Muna Barat pada pilkada 2017 mendatang
Seorang Ibu menggendong anaknya saat hendak menyalurkan hak suaranya pada PSU jilid II Pilkada Kabupaten Muna barat. PDIP sultra mengusung LM Rajiun Tumada untuk Muna Barat pada pilkada 2017 mendatang (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna Barat diperiksa Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena dianggap melanggar kode etik dalam perekrutan panitia pengawas kecamatan beberapa waktu lalu.

Ketua Panwas Pilkada Muna Barat Aminuddin mengatakan, masalah perekrutan itu sudah selesai. Adanya calon panwascam yang belum mencukupi umur 25 tahun sudah dianulir sebelum dilantik.

“Itu sudah tidak ada masalah sebenarnya. Karena kita sudah plenokan untuk diganti,” ungkap Aminuddin, Selasa 11 Oktober 2016.

Aminuddin melanjutkan, masuknya calon panwascam yang belum berusia 25 tahun ini akibat keteledoran dari panitia dari sekretariat Panwas Pilkada Muna Barat yang tidak mengecek secara detail tanggal lahirnya.

BACA JUGA: Fasilitasi Pertemuan Balon Bupati, Camat Tikep Ditangkap Warga

“Panitia tidak cermat melihat tanggal lahirnya. Tapi, kita sudah ganti,” ujarnya.

Sedangkan adanya calon panwascam yang namanya terdaftar pada tahapan pemberkasan dan namun tidak diloloskan pada saat seleksi, Aminuddin mengaku yang bersangkutan juga sudah diproses.

Menurutnya, ada kekeliruan pada saat registrasi.

“Ini hanya kekeliruan. Pada saat pengumuman, namanya tidak dikutip. Ada dua form registrasi yang diisi. Dia hanya tulis namanya di lembar kecamatan di kabupaten tidak,” paparnya.

“Pada saat diumumkan, yang diinput panitia keseluruhan kabupaten dan beberapa tidak memenuhi syarat dihilangkan juga,” tambahnya.

Namun, sebut Aminuddin, yang bersangkutan baru konfirmasi hal tersebut setelah lama diumumkan.

“Namanya masalah, terkait dengan kerja panwas tetap salah namanya. Walaupun kita sudah selesaikan juga. Yang bersangkutan tidak kita hilangkan haknya masuk sebagai panwas dan kita juga tidak paksakan orang yang tidak berhak untuk masuk,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...