Dikbud Sultra
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Damsid (kiri) dalam Sebuah Rapat. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk mengkampanyekan antikorupsi kepada siswa.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Diknas Provinsi Sultra, Damsid, usai menggelar acara whorkshop antikorupsi di lingkungan sekolah dengan menghadirkan Inspektorat Jenderal Kemendikbud.

“Rencananya, kegiatan ini ikut dihadiri petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi. Tapi, karena ada kegiatan lain sehingga hanya dari Kemendikbud yang hadir,” kata Damsid, Senin 7 November 2016.

BACA JUGA: Pemprov Sultra Resmi Ambil Alih Kewenangan SMA

Kegiatan tersebut diikuti kalangan guru dan kepala sekolah se-Kota Kendari dengan tujuan menjadikan sekolah sebagai garda terdepan pendidikan antikorupsi.

“Yang menentukan kepribadian murid adalah guru. Kami harap, kepala sekolah dan guru bisa melakukan program tentang antikorupsi terhadap siswa,” katanya.

Salah satu contoh program yang bisa dikembangkan di lingkungan sekolah mengenai antikorupsi adalah penerapan kantin kejujuran. Di kantin kejujuran siswa dibiasakan berlaku jujur saat bertransaksi.

“Kita inginkan, kampanye antikorupsi itu dilakukan sejak dini. Sebab, anak-anak ini paling mendasar,” paparnya.

“Guru dan kasek harus memberikan contoh yang baik. Tidak boleh bertindak korup. Misalnya, memungut biaya tambahan tidak resmi di sekolah,” jelasnya.

Terkait pungutan liar di sekolah, Damsid menegaskan seluruh sekolah tidak boleh lagi ada yang menerapkan pungutan kepada siswa baru.

“Mau mendaftar atau masuk tidak boleh lagi ada pungutan. Selain itu, tidak ada lagi biaya tambahan pengambilan ijazah atau menambah biaya resmi yang dikeluarkan pemerintah,” tekannya.

“Dua unsur ini kita harus kembangkan di sekolah. Selain jujur, harus ada keteladanan orang di sekitar siswa,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...