Dikbud Sultra
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Damsid (kiri) dalam Sebuah Rapat. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Sebanyak 32.533 siswa SMA/SMK dan MA di Sulawesi Tenggara tengah bersiap menghadapi Ujian Nasional yang rencananya akan dilaksanakan pada April 2017 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid mengatakan telah melahirkan tiga jenis evaluasi akhir sekolah sebagai bentuk persiapan menghadapi UN.

Pertama, penyelenggaraan evaluasi ujian sekolah yang secara keseluruhan dilaksanakan sekolah, baik pembuatan soal, pelaksanaan ujian dan penilaian atau penentuan skor.

Kedua, ujian sekolah berstandar nasional atau USBN yakni ujian yang penyiapan soalnya selain disiapkan pusat pendidikan 25 persen, juga disiapkan tim penyusun soal yang sudah dilatih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketiga, UN Ujian seluruhnya disiapkan oleh kementerian baik pelelangan soal, pembuatan soal maupun pendistribusian. Sementara, pihak dikbud hanya mengontrol pelaksanaan ujian.

“Penyelenggara UN tetap kewenangan dikbud provinsi. UN akan dilaksanakan pada dua jenjang yaitu SMP dan SMA, dan itu akan diselenggarakan di bawah koordinasi provinsi,” ujar Damsid, Kamis 9 Maret 2017.

Di Sultra terdapat 25 sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau UNBK. Untuk menyukseskan penyelenggaraan UNBK, kata Damsid, pihaknya telah mengirim teknisi 34 orang di Makassar untuk melakukan pelatihan.

“Mata pelajaran SMA/SMK yang masuk dalam UNBK ada tiga yakni Bahasa Indonesia Bahasa Inggris dan Matematika. Sedangkan mata pelajaran USBN yaitu Pendidikan Agama Pendidikan Sejarah Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan dan ada satu mata pelajaran pilihan masing-masing jurusan,” terangnya.

Masih kata Damsid, standar nilai kelulusan belum ada perubahan, masih tetap 5,5. Hanya saja, itu bukan dijadikan dasar kelulusan untuk UN karena penentuan kelulusan ditetapkan seluruh proses pelajaran mulai dari kelas satu sampai dengan kelas tiga atau enam semester.

“Dan akhirnya itu diakumulasi dalam bentuk evaluasi USBN dan UN. Tapi ada juga namanya penilaian karakter yang dilakukan oleh sekolah sebagai penentuan akhir dari kelulusan,” tuntasnya.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...