Pembunuhan di Konsel
Rekonstruksi atau Reka Ulang Kasus Pembunuhan berencana terhadap almarhumah ibu Sunia di Desa Ranoahu, Konawe Selatan, Kamis 29 September 2016. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Uang menutup hati nurani tiga warga Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Demi iming-imingi uang puluhan juta rupiah, Ikbal, Mansur, dan Rakuti, tega menghabisi nyawa seorang ibu beranak satu bernama Sunia di Kabupaten Konsel.

Hal itu terungkap saat ketiganya menjalani rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan berencana di Desa Ranoahu, Konawe Selatan, Kamis 29 September 2016.

Ketiganya memperagakan kronologis pembunuhan, mulai dari perjanjian kerja sama dengan oknum yang menjanjikan uang atas nama Ramina hingga proses eksekusi terhadap korban Sunia. Ada 32 adegan yang diperagakan.

“Yang janjian sama Ramina itu Rakuti. Mereka bersepakat agar Sunia dibunuh dan kami mendapatkan imbalan Rp 30 juta,” kata Ikbal kepada Kabarkendari.com Kamis pagi pukul 10.00 Wita.

Sayangnya, Ramina baru membayarkan uang Rp 15 juta kepada ketiga pelaku. Penagihan utang pun terjadi antara Ikbal, Mansur, dan Rakuti. Ketiganya memaksa Ramina untuk membayarkan sisa uang yang dijanjikan. Sayangnya, karena Ramina yang hanya berstatus ibu rumah tangga, sisa uang uang tidak terbayarkan.

“Dari Rp 15 juta kita bagi tiga. Tapi saya hanya dapat Rp 3 juta, karena katanya mau ditambah lagi. Karena kita juga dikejar-kejar polisi kami memaksa agar diberikan sisanya, dan kami akan melarikan diri,” kata Ikbal lagi.

Kasus ini terjadi pada tahun 2013 lalu, pembunuhan ini didasari kecemburuan Ramina terhadap Sunia yang konon menarik simpati suaminya bernama Sudarman yang tidak lain adalah Kepala Desa Watuwatu, Kecamatan Sabelah Koa. Tingkat kecemburuan yang semakin hari semakin meningkat, karena suaminya yang hanya memberikan korban Sunia gaji tiap bulannya, membuat Ramina merencanakan pembunuhan.

“Saya menyuruh mereka karena cemburu. Mereka sudah menikah dan sudah mempunyai anak. Tapi saya juga tidak pernah dinafkahi, makanya saya memilih jalan ini,” kata Ramina, kepada Kabarkendari,com saat disambangi di Rutan Polda Sultra, Kamis 29 September 2016.

Ramina mengungkapkan, sebenarnya kasus itu tidak akan terungkap jika janji uang Rp 30 juta diberikan semuanya. Namun karena baru Rp 15 juta yang diberikan, membuat Ikbal, Mansur, dan Rakuti diketahui oleh kepolisian.

“Kan kasusnya 2013, hanya tahun 2016 baru ditangkap. Karena pada saat sebelum penangkapan seorang teman dari Ikbal, Mansur, dan Rakuti memberitahukan kepada polisi bahwa ada penagihan utang atas janji pembunuhan Sunia,” cerita Ramina.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...