Ilustrasi kasus Undang-Undang ITE. (KABARKENDARI.INT)

Kabarkendari.com – Institusi Polri gencar menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Gunanya agar penggunaan sosmed tidak ada unsurĀ fitnah, provokatif dan menebar kebencian.

Apalagi sampai tersandung kasus hukum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tapi walau begitu, masih ada juga masyarakat yang diduga salah menggunakan sosmed.

Salah satunya warga Kota Kendari bernama Gusti Ayu Widya alias Wiwi, beberapa hari kedepan dipastikan akan berurusan dengan aparat kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara. Wanita ini diadukan ke polisi akibat statusnya di media sosial Facebook dan WhatsApp yang mengarah pada kasus penfitnaan.

Rinna Diazela yang melaporkan kasus ini mengaku, Wiwi telah menfitnahnya di facebook dan whatsapp. Terlapor katanya memposting sebuah status yang mengatakan dirinya mempunyai utang bisnis senilai Rp 1 milyar. Padahal katanya tidak pernah mempunyai utang senilai itu. Apalagi katanya soal dugaan utang piutang tersebut bukan berurusan dengan terlapor.

“Tetapi ini perempuan (Wiwi) malah menyudutkan saya. Katanya hati-hati dengan saya, saya katanya sedang mempunyai utang dan telah menipu. Akibatnya orang-orang yang tahu saya, merasa kurang baik dan menjauhi saya. Ini saya atakan fitnah dan tidak benar,” kata pengusaha Kendari ini.

Rinna menjelaskan akibat status Wiwi di sosmed, bisnisnya anjlok dan rekan-rekan bisnisnya ragu untuk mempercaianya. Akibat status Wiwi yang viral di sosmed tersebut dirinya dinilai tidak baik. Untuk membelah diri katanya, diapun menegaskan untuk melaporkan peremuan bernama Wiwi itu ke Polda Sultra.

“Saya bilang ini tidak benar dan saya sudah laporkan ke polisi. Semoga dia bisa berhenti akibat statusnya itu. Ini berdampak karena dia mengatakan usaha saya ilegal,” terangnya.

Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh yang dikonfirmasi terkait kasus ini, membenarkan bahwa ada laporan dari Rinna Diazela soal dugaan tindak pidana ITE. Kasusnya kata Dolfi saat ini masih dalam proses penyelidikan anggota Eksus Polda Sultra dan masih akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kita berharap kasus seperti ini berhenti dan masyarakat bisa bijak menggunakan sosial media. Kami menghimbau jika ingin membuat status, untuk memikirkan terlebih dahulu jangan sampai itu bisa berdampak buruk,” terangnya.

Penulis : Kamarudin

Facebook Comments
loading...