Pesilat uho
Pesilat UHO yang akan berlaga di kejurnas pencak silat antar-perguruan tinggi se-Indonesia berfoto bersama Prof. Usman Rianse. (IST)

Kabarkendari.comDewi Fortuna belum berpihak pada Tim Silat Universitas Halu Oleo. Dua Pesilat yang berlaga di partai final Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar perguruan tinggi se-Indonesia harus mengakui keunggulan lawan masing-masing.

Wiwik Nirwana turun di kelas F dan Hernis Isabella di kelas C hanya mampu mempersembahkan medali perak saat berlaga di partai puncak, Jumat 15 Oktober 2016.

“Kita akui keunggulan lawan karena dalam pertandingan ada yang mengungguli dan ada yang diungguli. Karena rejeki saja memang lagi tidak ada dipihak kita,” ungkap pelatih silat UHO Kendari Hendra Alimin, Sabtu 15 Oktober 2016.

BACA JUGA: Tim Karate UHO Raih Medali di Kejurnas Panglima Cup

Hasil tersebut memupus harapan Universitas Halu Oleo untuk mempersembahkan medali emas pada Kejurnas ini. Bertanding di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Hernis gagal mengalahkan jagoan Universitas Sebelas Maret Jawa Timur dan Wiwik tumbang melawan atlet PPLM Riau.

Namun perjuangan kedua pesilat masa depan Sultra tersebut tetap mendapat apresiasi dari sang pelatih, Hendra Alamin.

“Kita bersyukur bisa lebih baik dari pada kemarin. Anak-anak juga sudah berusaha maksimal,” katanya.

Meski gagal meraih emas, capaian prestasi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kala itu, UHO hanya mendapatkan satu perak dan satu perunggu. Tahun ini, UHO membawa pulang empat medali, dua perak dan dua perunggu.

Kegagalan merebut emas menjadi cambuk pagi pelatih dan tim Silat UHO untuk mengevaluasi semua persiapan dan pembinaan. Kekalahan ini juga menjadi motivasi bagi skuad UHO untuk terus meningkatkan kemampuan.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...