ilustrasi smelter
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) memastikan lima tungku smelter di kawasan megaindustri Konawe, Sulawesi Tenggara, akan mulai beroperasi pada Desember 2016.

General Manager PT VDNI Rudi Rusmadi mengatakan, dari 15 tungku yang ditargetkan dibangun di sana, baru lima  tungku yang diprioritaskan tahun ini. Kelima tungku itu sudah tahap akhir, tinggal membangun fasilitas pelengkapnya.

“Bila lima tungku ini sudah berhasil, maka akan dibangun lagi 10 tungku selanjutnya,” ungkap Rudi di Kendari, Selasa 11 Oktober 2016.

Lima tungku ini, kata dia, masih pada tahap uji coba dengan mengolah 50 ribu metrik ton. Bila berhasil, maka akan ditingkatkan lagi jumlahnya.

“Sekarang, masih trial (masa percobaan) dulu. Belum terlalu suplai dengan jumlah besar. Kita masih komissioning (uji coba) dulu. Kalau pengolahan murninya mungkin setelah lihat hasil lima tungku ini,” jelasnya.

Menurut dia, ore nikel akan mulai masuk pada Desember yang berasal dari perusahaan tambang di Sultra. Namun demikian, hingga saat ini belum meneken kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan.

“Ada beberapa sudah masuk, cuma belum berani kontrak karena kami lihat dulu power plan. Sekarang, baru 40 sampai 50 persen power plan dengan kekuatan maksimal 150 megawatt. Batu bara kita ambil dari Kalimantan,” jelasnya.

VDNI menargetkan produksi untuk 15 tungku ini mencapai 600 ribu metric ton per tahun.

Soal pelabuhan jeti, kata dia, tinggal menunggu proses pembahasan amdal yang sekarang berada di Kementerian. “Namun, kita usahakan secepat mungkin selesai amdalnya pada Desember ini,” pungkasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...