Derik-Suri
Derik-Suri dalam sebuah acara di Kopi Kita, Rabu 12 Oktober 2016. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Kendari Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud berkomitmen untuk menjadi pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani.

Dalam acara “Zayat-Syahriah Mendengar Pakar dan Pelaku Bicara,” Zayat mengaku tidak akan membedakan masyarakat dalam pelayanan pemerintahan bila terpilih pada Pilwali Kendari nanti.

BACA JUGA: Pasangan Derik-Suri dan Filosofi Bubur Beras

“Kebanyakan masyarakat mengeluhkan masalah banjir, kesehatan, infrastruktur, air bersih, pendidikan dan pajak bumi dan bangunan. Jika terpilih, kami akan menjawab persoalan ini,” ungkap Zayat Kaimoeddin dalam acara di Kopi Kita, Rabu 12 Oktober 2016.

Menurut Zayat, persoalan banjir harus ditangani secara serius dengan melibatkan peran semua pihak. Sebab, ruang terbuka hijau di Kota Kendari sangat kurang sebagai salah satu faktor untuk mengurai genangan di kota.

Kedua, masalah infrastruktur. Menurutnya, Wali Kota Kendari Asrun sudah maksimal membangun kota. Namun, perlu ditingkatkan lagi. Masih banyak lorong-lorong yang belum disentuh aspal.

“Jalan kita yang belum teraspal kurang lebih 100 kilometer. Ini hal yang mudah sebenarnya. Kita tinggal komunikasi di pusat untuk menurunkan anggarannya. Kita tidak perlu bebani APBD Kota Kendari. Cukup dengan DAK, dana dekonsentrasi dan bantuan lainnya,” jelasnya.

Hal lainnya, tingginya PBB yang selalu jadi keluhan masyarakat. Menurutnya, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak perlu membebani masyarakat dengan PBB yang tinggi.

“Cukup peningkatan pendapatan pada sektor jasa dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat,” sebutnya.

Soal pendidikan, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, peran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat soal biaya pendidikan.

Dia juga bertekad untuk menambah satu lagi rumah sakit di sekitaran Kota Lama. Sebab, selama ini, masyarakat yang berada di Purirano, Mata, dan wilayah Gunung Jati akses mendapatkan pelayanan kesehatan cukup jauh.

“Wajib hukumnya pemerintah yang tanggung kesehatan dan pendidikan. APBD kita cukup untuk menangani itu,” paparnya.

BACA JUGA: Kupas Masalah Kota, Zayat-Syahriah Akan Mendengarkan Masukan Pakar

Sementara itu, Balon Wakil Wali Kota Kendari Suri Syahriah Mahmud mengaku, salah satu program unggulan yang langsung menyentuh masyarakat kecil adalah industri rumah tangga.

“Seperti apa peran pemerintah dalam menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan dengan meningkatkan produksi industri rumah tangga,” ujarnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...