derik
Ketua DPC Hanura Kota Kendari, Muhammad Yahya, menyambut kedatangan Derik saat mendaftar sebagai Bakal Calon Pilwali Kota Kendari. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Bakal Calon Wali Kota Kendari, Muhammad Zayat Kaimoeddin, kembali diterpa isu tak sedap. Setelah berembus isu koruptor, kali ini isu selingkuh kembali berembus.

Menanggapi hal tersebut, Derik memilih diam dan tidak ingin menyerang siapa pun. Menurutnya, dirinya bisa saja menyerang balik para pembenci dirinya. Namun hal itu urung dilakukan.

“Kalau mau ungkit masa lalu, orang lain juga banyak masalah. Kita tidak mau buka aib orang lain. Saya biasa saja. Anjing menggonggong saya jalan terus,” kata Derik usai menghadiri acara Musda Partai Demokrat Sultra di Grand Clarion Hotel Kendari, Kamis 8 September 2016.

Derik memastikan isu yang berhembus itu tidak benar. Ia meyakini ada orang lain yang sengaja memainkan strategi dengan melempar isu tak sedap. Derik memastikan tidak akan menempuh jalur hukum untuk itu.

“Saya tahu orang tertentu. Itu teman-teman dekat dan dia juga punya aib juga sebenarnya. Tapi, kita tidak mau perlihatkan. Itu semua dari dulu dihembuskan. Saya tidak ingin ambil langkah hukum, ini negara demokrasi,” jelasnya.

Menyangkut pernah dipidana akibat korupsi, Derik mengaku, hal ini merupakan kasus 13 tahun yang lalu dan telah selesai. Dia pun menegaskan, tidak ada aturan yang melarang bahwa mantan terpidana korupsi dilarang maju Pilkada.

“Kan tidak dilarang. Kalau dilarang, kenapa saya jadi Pj beberapa waktu lalu,” katanya.

Saat ini, DPR RI tengah menggodok layak atau tidaknya seorang mantan terpidana korupsi maju di Pilkada. Meski aturan itu tengah dibahas, Derik tetap yakin akan lolos maju di Pilkada.

“Bapaku juga dulu diisukan sebagai antek PKI tapi tetap jadi gubernur juga. Saya diisukan narkoba juga tidak benar. Kalau benar, dari kemarin saya sudah ketahuan. Saya sudah cek darah, rambut, semuanya, tidak ada. Kalau ada yang bisa buktikan itu, saya kasih uang Rp 50 juta,” tantangnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...