Mahasiswa IAIN Kendari Bentrok
Mahasiswa IAIN Kendari terlibat bentrok dengan kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Kendari, Rabu 14 September 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dan mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, diwarnai  bentrok dengan aparat Kepolisian Resor Kendari, Rabu 14 September 2016 di depan Mapolres.

Awalnya, massa IAIN Kendari menuntut kepolisian agar menahan Asrun alias Kobar, terduga pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi IAIN, Tri Wahyuni.  Namun, saat sejumlah perwakilan mahasiswa diundang bertemu Kapolres, orator lain di luar ruangan pertemuan masih berorasi dengan menggunakan pengeras suara.

Beberapa anggota kepolisian mencoba berkomunikasi dengan salah seorang orator untuk menghentikan orasinya. Sayangnya, komunikasi itu tidak ada kesimpulan dan mahasiswa masih terus melakukan orasi. Beberapa aparat kepolisianpun kembali datang untuk mencoba komunikasi kedua kalinya. Sayang secara tiba-tiba polisi dan mahasiswa terjadi perkelahian.

Kejar-kejaran pun tidak terhindarkan di depan Mapolres Kendari. Beberapa mahasiswa ditangkap dan diamankan. Tak terima rekan-rekannya diamankan,  mahasiswa lain mencoba menerobos masuk ke dalam ruang dimana ditahan.

“Keluarkan teman saya. Kami tidak mau ada perkelahian dan kami melakukan aksi damai,” teriak salah seorang mahasiswa.

Dalam bentrok ini,  seorang anggota kepolisian bernama Briptu Faisal terkena lemparan batu yang mengakibatkan luka di kepala. Anggota Satuan Dalmas ini pun memanggil rekan-rekannya untuk mengamankan mahasiswa yang melemparinya dengan batu. Bentrok kedua kalinyapun pecah, saling dorong dan pukul terjadi.

Untungnya, Wakil Kepala Polres Kendari Komisaris Polisi Lerry Tutu, menenangkan anggotanya dan mahasiswa. Suasana kembali aman, mahasiswa pun membubarkan diri.
Dikonfirmasi terpisah, Lerry Tutu menerangkan, akibat kejadian ini anggotanya terluka. Dia akan mengambil langkah hukum. Sementara tuntutan mahasiswa itu juga tetap disahuti.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...