ADP
Salah Satu Anggota Dewan yang Harus Mengundurkan Diri Karena maju dalam Pilwali Kendari 2017. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Tercatat ada delapan anggota DPRD yang resmi mendaftar untuk maju bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Konsekuensinya, kedelapan wakil rakyat tersebut harus mengundurkan diri sebagaimana amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa anggota DPR, DPD, DPRD, PNS, TNI/Polri dan pegawai BUMN dan BUMD harus mengundurkan diri dari jabatannya jika maju Pilkada.

Delapan anggota DPRD tersebut meliputi; tiga nama bertarung pada Pilwali Kota Kendari, yakni, Adriatma Dwi Putra yang sebelumnya duduk di DPRD Sultra dari PAN. Maju Pilwali Kendari, ADP menggaet Sulkarnain.

Kedua, Abdul Rasak, Ketua DPRD Kota Kendari. Dia didampingi oleh politikus Golkar Haris Andi Surahman. Ketiga, Suri Syahriah Mahmud, juga anggota DPRD Kota Kendari dari Partai Demokrat. Dia maju di Pilwali Kendari sebagai wakil dari Muhammad Zayat Kaimoeddin.

BACA JUGA: Pemberhentian ADP Menunggu Persetujuan Mendagri

Selain di Kota Kendari, beberapa anggota dewan di lima daerah lainnya ikut tergiur maju di Pilkada 2017.

Di Kabupaten Bombana misalnya, Johan Taslim yang maju mendampingi Tafdil. Keduanya, sama-sama politikus PAN.

Di Kolaka Utara, ada juga H Abbas. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ini rela meninggalkan statusnya sebagai wakil rakyat hanya untuk mendampingi Nur Rahman yang didukung oleh Rusda Mahmud.

Di Buton Tengah, ada Saleh Ganiru. Politkus Partai Bulan Bintang atau PBB ini secara resmi mundur dari anggota dewan maju di Pilkada Buton Tengah hanya untuk mendampingi Mansur Amila.

Di Buton Selatan, ada La Ode Arusani yang secara tegas menyatakan siap maju. Politikus Partai Nasional Demokrat atau NsDem ini dijadikan wakil dari LM Agus Faisal.

Di Kabupaten Buton, ada Farid Bachmid yang ikut maju di Pilkada Buton. Meski belum mendaftar secara resmi di KPU, politkus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P ini sudah kukuh mundur dan mau mendampingi H Hamin.

Pasangan ini, rencananya akan mendaftar di KPU antara 27-29 September 2016 setelah sebelumnya KPU kembali memperpanjang masa pendaftaran calon akibat yang mendaftar pada jadwal sebelumnya hanya Umar Samiun-La Bakri.

Di Kabupaten Muna Barat, tidak ada satu pun anggota dewan yang berani maju. Sebagai kader partai, mereka sepertinya ciut dan hanya mempersilakan kader lain.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...