Kendari Banjir
Beberapa kendaraan melintasi genangan air di ruas jalan DI Panjaitan, Kelurahan Lepo-lepo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu 17 Juli 2016. Akibat curah hujan yang tinggi serta drainase yang buruk menyebabkan ruas jalan tergenang air dan mengganggu arus lalu lintas dan situasi itu terjadi di dua Kelurahan yaitu Kelurahan Lepo-lepo dan Kelurahan Wuawua. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

KabarKendari.com – Cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi di Kota Kendari hingga awal Oktober 2016. Pasalnya, tekanan suhu laut di perairan Sulawesi Tenggara, masih relatif tinggi sehingga dapat memicu terjadinya hujan secara tiba-tiba dan berlangsung lama.

Prediksi itu disampaikan Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Tenggara, BMKG Sultra, Aris Yunatas, kepada jurnalis di Kendari, Kamis 21 Juli 2016.

Aris Yunatas menjelaskan, tingginya tekanan suhu laut tersebut juga memicu terjadinya awan Cumulonimbus. Bahkan, potensi La Nina cukup besar terjadi pada bulan September 2016.

Karena itu, Aris mengimbau kepada masyarakat Sulawesi Tenggara untuk waspada terhadap fenomena alam yang cukup ekstrem tersebut. Selepas Oktober cuaca akan kembali normal.

“Berdasarkan prediksi kami, pertengahan Oktober cuaca akan kembali normal karena saat itu tekanan suhu permukaan air laut mulai menurun, sebagai pertanda musim kemarau telah tiba,” jelas Aris Yunatas.

Penulis: Alqayyum
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...