Jamaah Haji Bawa Jimat
Wa Masi, Kepala Bidang Haji Kemenag Sultra (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Kemenag Sultra, melarang jemaah calon haji membawa jimat pada saat ke tanah suci. Jika kedapatan, dipastikan jimat akan dicopot.

Kepala Bidang Haji Kemenag Sultra, Wa Masi mengatakan, larangan ini telah disampaikan kepada seluruh calon jemaah haji asal Sultra yang jumlahnya 1331 orang. Selain jimat, membawa obat-obatan dalam jumlah berlebihan juga dilarang.

“Kemarin sudah ada penyampaian bahwa jemaah dilarang bawa obat-obatan terlalu banyak, termasuk jimat. Kalau dideteksi, maka bisa dibuka itu jimatnya,” ungkap Wa Masi di ruang kerjanya, Senin 15 Aguatus 2016.

Para calon haji, kata Wa Masi, bisa membawa makanan khas daerah asal dikemas dengan baik. Misalnya, ikan teri bisa dimasukan dalam tas asal beratnya tidak melebihi ketentuan. Sebab jatah bagasi setiap calon haji maksimal 32 kg.

“Kalau makanan khas harus dikemas dengan bagus. Ikan dan minyaknya jangan tercecer,” katanya.

Lebih lanjut, Wa Masi mengatakan, pakaian yang dibawa biasanya hanya pakaian ihram, seragam dan tambahan pakaian dua lembar.

“Di sana mereka sudah ada living coas-nya masing-masing sekitar Rp 6 juta. Jadi soal pakaian tidak terlalu banyak dibawa,” jelasnya.

Rencananya, kelompok terbang jemaah calon haji asal Sultra akan mulai diberangkatkan di Embarkasi Makassar pada 28 Agustus 2016.

Penulis: Pandi
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...