Ruksamin
Ruksamin saat dilantik sebagai Ketua DPW PBB Sultra beberapa waktu lalu. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin membantah jika dirinya pernah diperiksa KPK dalam kaitannya dengan kasus dugaan korupsi pertambangan yang menyeret Gubernur Sultra Nur Alam.

Seperti diberitakan sejumlah media, beberapa waktu lalu, tepatnya Jumat 30 September 2016, Ruksamin diperiksa KPK di Jakarta, terkait penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan IUP PT Anugrah Harisma Barakah (AHB).

Saat ditemui kabarkendari.com, di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis 06 Oktober 2016, Ruksamin mengatakan, kehadirannya di KPK bukan dalam rangka memberikan keterangan terkait kasus Nur Alam, melainkan menyerahkan LHKPN yang setiap tahun harus dilaporkan.

“Cuma mau memberikan LHKPN. Kan kita ini pejabat, kalau tidak begitu melanggar aturan namanya. Ini juga sudah waktunya untuk menyetorkan LHKPN,” tuturnya.

“Ah siapa bilang saya hadir memberikan keterangan dalam kasusnya Pak Nur Alam. Saya itu tidak diperiksa apalagi sampai diberitakan sampai 11 jam lamanya. Tidak benar itu,” tambahnya lagi.

Ditanya mengenai kabar yang sudah beredar di berbagai media bahwa dia diperiksa soal kasus Nur Alam, Ruksamin menganggapnya biasa-biasa saja. Hanya saja, Rukasamin tidak setuju kalau dirinya dikait-kaitkan dengan kasus Nur Alam. Ia pun mengaku tidak mengetahui soal kasus itu.

“Saya tidak tahu. Coba lihat pemberitaan, tidak ada yang bilang saya terlibat. Tidak benar itu kalau bilang saya terlibat,” jelasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...