Brimob gadungan
Wardi Pratama, mengaku sebagai anggota Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sultra demi mengelabui kekasih hatinya. (Humas Polda SUltra)

Kabarkendari.com – Habis manis, Wardi Pratama, sang Brimob gadungan pelaku mesum di Konawe bisa menebar pesona lagi.

Sempat merasakan pengabnya sel tahanan polisi, Wardi Pratama akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Polres Konawe yang menangani kasus ini memilih membebaskan sang Brimob gadungan.

Pasalnya, korban yang merupakan bidan desa enggan membawa kasus ini ke ranah hukum. Alasannya, korban tak mau menanggung malu kedua kali.

“Maka kami pulangkan dan perkaranya diselesaikan secara kekeluargaan. Sri Wahyuni juga sebagai orang yang sudah berhubungan dengan Wardi Pratama tidak mau lagi mempersoalkan ini. Seandainya ada laporannya maka kami proses,” jelas AKBP Jemmy Junaedi, Kapolres Konawe, Selasa 20 Desember 2016.

Lebih lanjut Jemmy mengatakan, tindakan Wardi Pratama Yang mengaku sebagai Anggota Brimob Polda Sultra, dikarenakan ketakutan saat digrebek oleh warga Desa saat sedang asyik mesum dengan korban disebuah pustu beberapa waktu lalu.

“Hasil pemeriksaan begitu. Selain itu juga Wardi Pratama tidak mengenakan seragam atau atribut kepolisian untuk menipu orang. Pengakuan sebagai anggota brimob itu hanya pada saat ketakutan saja. Namun faktanya dia hanya penjual gorengan di Kendari,” jelas Jemmy.

Wardi Pratama ditangkap warga saat sedang bercinta dengan korban pada Sabtu 03 Desember 2016 lalu. Kedua pasangan yang dimabuk cinta itu akhirnya digelandang warga ke kantor polisi.

Saat itu Wardi mengaku sebagai anggota Brimob Polda Sultra yang bertugas di unit penjinak bom. Alasan itu pula yang digunakan pelaku untuk menjinakkan hati sang bidan desa.

Belakangan ketahuan jika Wardi Pratama hanyalah warga sipil yang bekerja sebagai pelayan sebuah warung makan di Kota Kendari.

Adakah Wardi Pratama jera setelah meringkuk dibalik sel tahanan atau kembali menebar pesona? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Semoga tidak ada korban berikutnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...