bpbd sultra
Kegiatan uji lapang penanggulangan bencana yang digelar oleh BPBD Sultra dan diikuti delapan BPBD Provinsi se-Indonesia. Kegiatan berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1417/Kendari, Selasa 13 Desember 2016.

Kabarkendari.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan uji lapang penanggulangan bencana atau biasa dikenal dengan komando tanggap darurat. Kegiatan berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1417/Kendari, Selasa 13 Desember 2016.

Kegiatan ini diikuti delapan BPBD provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Uji lapang ini berlangsung mulai dari 13-15 Desember 2016.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala BPBD Sultra Boy Ihwansyah menuturkan, uji lapang tersebut dilaksanakan setelah melewati masa persiapan latihan dasar pelatihan keahlian dan persiapan serta formalisasi sistem komando tanggap darurat.

“Sudah saatnya sistem tersebut diuji lapang, untuk melihat kemampuan komando tanggap darurat bencana. Dan hari ini akan dilaksanakan proses tabel top komando tanggap darurat banjir,” ujar Boy.

Setelah itu, tambah dia, akan dilanjutkan dengan simulasi geladi lapangan penanggulangan bencana banjir sebagai finalisasi mekanisme penanggulangan bencana di Sultra.

Sementara, Komandan Kodim 1417/Kendari, Letkol Kav Eko Hermawan Yuniarso, mengatakan proses tanggap darurat bencana dibutuhkan penangan cepat, sehingga skenario yang dilatihkan pemerintah harus dilakukan uji lapang.

Dalam kegiatan ini, orang nomor satu di Kodim 1417/Kendari ini ditunjuk sebagai komando tanggap darurat.

“Pemerintah daerah menunjuk salah satu pejabat TNI sebagai komando tanggap darurat. Sebenarnya komando ini bisa dijabat Kapolres dan Danlanud serta pihak lain yang memiliki kapasitas dalam penangulangan bencana banjir,” Eko.

Karena sambung dia, di dalamnya ada jalur komando mewadahi beberapa instansi atau pihak lain yang diperlukan langkah-langkah cepat, efektif dan efisien dalam menanggulangi bencana banjir.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...