PDAM Kendari
Aparat Polsek Mandonga sedang melakukan olah TKP tempat bocah Ramadhan tenggelam dan akhirnya meninggal dunia. (KABARKENDARI/Temon)

KabarKendari.com – Seorang bocah berusia tiga tahun, Muh Syahri Ramadhan tewas tenggelam dalam bak kontrol arus air milik Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Kota Kendari, Selasa 18 Juli 2016 di Kecamatan Puuwatu.

Bocah ini tenggelam dalam kolam sedalam 1,2 meter saat menuju warung samping rumah orang tuanya. Diduga, Ramadhan tidak melihat bak tersebut yang akhirnya jatuh dan tewas tenggelam.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Direktur PDAM Kota Kendari, Damin SE mengungkapkan, bocah itu merupakan anak dari karyawan PDAM Kendari yang bernama Umar.

Umar sendiri, sebut Damin, bertugas sebagai penjaga Buster air di PDAM Kendari.

Damin menguraikan, sebelum peristiwa, Umar memerintahkan anaknya untuk membeli kue di warung yang jaraknya tidak jauh dari Buster. Namun, bocah naas ini tak kunjung kembali. Setelah dicek, Ramadhan sudah terjatuh dalam bak kontrol tersebut dalam kondisi tidak bernyawa akibat banyak meminum air.

“Saya dengar informasi, katanya itu anak disuruh pergi belanja di kios, ternyata tidak pulang-pulang karena sudah terjatuh dalam bak kontrol itu,” ungkap Darmin.

Menurut Darmin, bak kontrol itu beda dengan bak penampungan. Bak kontrol itu hanya memantau arus air. Biasanya, tambah dia, bak kantrol tersebut tidak terisi air.

“Karena hanya untuk mengontrol aliran air,” jelasnya.

Tapi, karena hujan melanda Kota Kendari berturut-turut, akhirnya bak kontrol ini terisi air hingga penuh.

Akibatnya, bak kontrol yang sedianya untuk memantau pergerakan air PDAM, kini merenggut satu nyawa bocah.

Untuk menghindari adanya orang terperosok kedua kalinya, Darmin memerintahkan kepada bawahannya untuk menutup secara pemanen bak kontrol tersebut.

“Kita akan cor lagi secara permanen,” jelasnya.

Selama ini, kata Darmin, bak kontrol ini tidak pernah ditutup secara permanen keseluruhan. pihaknya, hanya menutup sebagian saja untuk memudahkan mengontrol air.

“Itu bak memang ada penutupnya. Letaknya samping got .Kami tidak tutup karena untuk mengontrol air. Tapi, kali ini bak itu harus kami tutup permanen saja, kami takut jangan sampai terulang lagi peristiwa seperti itu,” pungkasnya.

Penulis: Temon

Facebook Comments
loading...