sahinuddin
Sahinuddin. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Laporan tim pemenangan Mohammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud, La Ode Darmono mulai diregistrasi di Panitia Pengawas Pemilu Kota Kendari, Rabu 18 Januari 2017.

Anggota Panwaslih Kota Kendari, Sahinuddin mengatakan laporan kasus ini harus dianalisa lebih jauh dengan meminta klarifikasi para pihak.

Dalam Undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, money politic bisa berdampak pada pidana kepada pelaku. Jika politik uang itu dilakukan atas instruksi Paslon, maka Paslon tersebut bisa didiskualifikasi.

“Dalam aturan terbaru, menyebutkan setiap orang. Nanti kita lihat ada korelasi apakah mereka diinstruksikan oleh Paslon atau tidak,” jelasnya, Rabu 18 Januari 2017.

Kalau ada instruksi Paslon dan diketahui money politic ini terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif atau TSM, maka Paslon yang bersangkutan sudah bisa didiskualifikasi.

“Nanti kita lihat apakah dalam klarifikasi nanti kasus ini TSM atau tidak,” tambahnya.

Jika dalam kasus ini dilakukan oleh setiap orang, misalnya hanya La Ode Ashar, maka yang bersangkutan bisa dikenakan dengan pasal 187A UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016.

Dalam UU itu menyebutkan, setiap orang yang terbukti melakukan money politik dalam Pilkada, bisa dipidana minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan.

“Namun, kita belum menyimpulkan apa-apa. Kita akan meminta klarifikasi semua pihak terkait hal ini. Kita juga akan bahas dengan Gakumdu,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...