Uang Rusak
Seorang warga menukarkan uang dilokasi layanan penukaran uang bersama Bank Indonesia (BI) Kendari yang dijaga ketat aparat kepolisian, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/6). Masyarakat dihimbau melakukan penukaran uang ditempat resmi untuk mencegah peredaran uang palsu dan uang rusak. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Sepanjang Januari hingga Agustus 2016, Bank Indonesia atau BI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara telah memusnahkan uang tidak layak edar sebesar Rp 921 miliar.

“Uang tidak layak edar kami musnahkan, yaitu, uang yang sepertiganya rusak dan tidak lagi memiliki nomor seri. Kemudian kita ganti dengan yang baru,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Bidang Sistem Pembayaran, Bahtiar, Jumat 9 September 2016.

Kendati telah memusnahkan uang tidak layak edar sebanyak Rp 921 miliar, namun peredaran uang pecahan kecil atau UPK dan uang pecahan besar atau UPB di Sultra dinilai sudah cukup baik. Hal itu, sebut Bahtiar, menandakan bahwa masyarakat sudah tertib dan teratur dalam memperlakukan uang.

Bahtiar mengimbau masyarakat untuk aktif atau rajin menukar uang yang tidak layak edar ke perbankan. Jika perbankan tidak menerima maka masyarakat bisa langsung ke BI.

“Masyarakat harus aktif menukar uang yang tidak layak edar atau kurang bagus. Kami di BI melayani penukaran langsung dari masyarakat setiap hari Rabu,” ujarnya.

Bukan hanya itu, kata Bahtiar, pihaknya juga melayani penukaran uang kertas dan uang koin yang sudah tidak diperbolehkan lagi beredar. Misalnya, uang kertas pecahan Rp 100 tahun emisi 1992 dengan gambar Perahu Phinisi.

Kemudian, uang kertas pecahan Rp 500 tahun emisi 1992 gambar orangutan, uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun emisi 1992 gambar Danau Toba, uang kertas pecahan Rp 5.000 tahun emisi 1992 gambar alat musik Sasando Rote dan sarung tenun ikat.

Selanjutnya, uang logam warna kuning yakni pecahan Rp 50 tahun emisi 1991 gambar Komodo dan pecahan Rp 100 tahun emisi 1991 gambar karapan sapi.

“Selain itu kami di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, juga terus melakukan peningkatan pelayanan dari uang kartal dan meminimalkan peredaran uang palsu,” tuntas Bahtiar.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...