Pertumbuhan Ekonomi Sultra
Daniel Agus Prasetyo, Analis Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sultra. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada triwulan III tahun 2016 diprediksi akan mengalami peningkatan 7,5 persen hingga 7,9 persen, dari pertumbuhan triwulan II 2016 yang mencapai 6,8 persen.

Hal itu disampaikan Analis Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Daniel Agus Prasetyo, Senin 24 Oktober 2016.

Dia mengungkapkan, akselerasi tersebut dipengaruhi peningkatan ekspor dan investasi. Dari sisi penawaran, kata Daniel, sektor yang mendorong perekonomian yaitu pertambangan, industri pengolahan dan konstruksi.

“Ini semua nanti ada multi player effect-nya. Misalnya, jika sektor-sektor pertambangan meningkat, industri meningkat dan konstruksi meningkat akan berpengaruh pada penghasilan masyarakat yang relatif tinggi. Jadi dari sisi domestiknya cukup untuk menopang perekonomian sampai pada triwulan III,” katanya.

BACA JUGA: Ini Keuntungan Nabung Saham di Bursa Efek

Daniel menambahkan, banyaknya permintaan sehingga di triwulan III perusahaan-perusahaan Sultra banyak mengespor karena permintaan dunia yang meningkat. Misalnya, ekspor aspal Buton, Nikel, dan hasil perikanan seperti Ikan Tuna.

“Kemudian investasi pemerintah maupun swasta meningkat, karena banyak tender proyek sudah mulai jalan. Konsumsi juga masyarakat meningkat tidak sama dengan tahun 2015, sehingga mengakibatkan daya beli meningkat, toko-toko atau warung bergairah,” tambahnya.

Lebih lanjut Daniel mengatakan, dari sisi penawaran atau sektoralnya semuanya meningkat. Mulai dari pertanian, konstruksi, pertambangam, dan industri olahan seperti kakao juga diprediksi meningkat.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan BI Sultra mencacat, ekonomi Sultra tumbuh sebesar 6,8 persen pada triwulan II 2016. Pada Triwulan sebelumnya ekonomi Sultra hanya tumbuh 5,5 persen.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...