Korupsi Sultra
ILUSTRASI(INT)

Kabarkendari.com – Meski telah berstatus tersangka, Arwin Kadaka, masih bebas menghirup udara segar. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muna ini belum ditahan.

Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menjelaskan, sekalipun Arwin Kadakan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah tahun 2013, ini bukan berarti langsung ditahan. Menurutnya, penahanan tersangka mempunyai aturan main tersendiri yang harus dilaksanakan oleh penyidik yang menangani perkara.

“Kan belum diperiksa. Kita periksa dulu baru kita simpulkan apakah layak ditahan atau tidak,” kata Dolfi.

Sepanjang kader Partai Gerindra ini koperatif terhadap penyidik dan tidak terkesan mempersulit proses penyidikan kasus, maka ini menjadi pandangan penyidik nantinya. Dolfi mengungkapkan, pemeriksaan Arwin Kadaka sudah dilakukan namun pemeriksaan itu dilakukan oleh Polres Muna.

“Sampai pada proses penetapan tersangka. Sudah diperiksa status sebagai saksi. Kalau status tersangka belum diperiksa. Kita agendakan secepatnya pemeriksaan,” jelas Dolfi.

Mantan Kapolsek di Muna ini menuturkan, pemeriksaan Arwin Kadaka sudah diagendakan oleh penyidik. Setelah pemeriksaan Arwin Kadaka barulah katanya dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap dua tersangka lain yang sudah ditetapkan yakni AL KPA merangkap PPK dan LPD sebagai penyedia anggaran.

“Bisa jadi bersamaan pemeriksaannya. Sudah dipanggil tapi saya tidak tahu kapan waktu pastinya akan diperiksa. Mungkin pecan ini atau pecan depan. Yang pasti sudah kami surati untuk diperiksa sebagai tersangka,” jelasnya.

Arwin Kadaka telah lama ditetapkan sebagai tersangka. Penetepan itu sejak tahun 2016 lalu di Polres Muna. Sayangnya, hingga saat ini Arwin Kadaka belum mendapat tindak hukum.

Arwin Kadaka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun1999, sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman dari kasus ini yakni 20 tahun penjara.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...