Suasana Kantor Gubernur Sultra
Suasana Kantor Gubernur Sultra Pascapenetapan Tersangka oleh KPK (KABARKENDARI/Kasman)

Kabarkendari.com – Pascapenetapan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan izin usaha pertambangan atau IUP, suasana di Kantor Gubernur Sultra kelihatan tak seperti biasanya.

Pantauan kabarkendari.com, Rabu pagi 24 Agustus 2016, di sekretariat terlihat sepi. Bahkan, di depan ruang kerja gubernur tak satu pun terlihat petugas piket, di atas meja terdapat benda bertuliskan “piket” namun tak bertuan.

Begitu pula dengan kondisi yang ada di depan ruang kerja Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata, Sekretaris Provinsi Sultra Lukman Abunawas, dan Kabag Protokol dan Perjalanan. Bahkan, ruang Kabag Protokol setelah dibuka tak satu pun staf berada dalam ruangan.

Di halaman parkir juga kendaraan tidak begitu banyak. Kondisi ini, juga berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Biasanya di halaman parkir sekretariat gubernur terlihat tanpa ruang masuk buat kendaraan lainnya.

Sementara itu di ruang tunggu yang tepat berada di lantai satu sekretariat terlihat sepi, hanya ada seorang lelaki bernama Rama yang hendak berurusan.

“Agak sunyi memang ini kantor, tidak seperti biasa. Saya ada urusan sedikit, ada lah urusan saya, tidak harus ditau kan,” ujar Rama.

Warga Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, ini mengaku telah mengetahui dari media massa bahwa Gubernur Sultra sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

“Iya saya sudah tau dari media massa,” katanya sambil berlalu pergi.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...