nur alam dicekal
Humas Imigrasi Kelas I Kendari, Letehina. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kemudahan dalam pengurusan paspor berdampak baik bagi warga yang suka bepergian ke luar negeri. Saat ini biaya pembuatan pasport dapat disetor ke bank. Hal itu tentu saja mempersempit ruang para calo.

“Memang selama ini tidak ada calo. Hanya saja selama ini ada masyarakat yang belum tahu dan diperbodohi oknum-oknum pihak ketiga dalam pengurusan. Padahal sebenarnya peran calo itu tidak ada,” kata Humas Imigrasi Kelas I Kendari, Letehina, Senin 29 Agustus 2016.

Masyarakat yang minim pengetahuan menjadi sasaran empuk oknum calo. Peran calo sebenanrnya hanya membantu mengisi formulir. Selebihnya semua dikerjakan pengusul paspor. Namun diakui beberapa pengusul paspor yang tidak mau repot memanfaatkan keberadaan para calo alias orang dalam.

“Kan ada masyarakat yang tingkat pengetahuannya di bawah sehingga kaya “raja minyak” artinya dia suruh orang berurusan, dia tahunya hanya bayar. Padahal uang yang dipakai itu kemungkinan uang yang dipinjam atau uang hasil jualan tanah. Ini kan pembodohan menurut saya,” sesal Letehina.

Kantor Imigrasi tidak lagi membuka konter pembayaran pembuatan pasport. Biaya pembuatan paspor itu Rp 355 ribu dan dibayar pada semua Bank. Jika e-KTP sudah teregistrasi, pengurusan paspor akan lebih mudah lagi. Karena sudah bisa diurus pada pusat perbelanjaan dan tidak lagi menggunakan sistim cash by cash.

“Hanya kendalanya ada pada e-KTP. Karena data kependudukan sekarang kan belum valid. Kalau semua sudah memiliki e-KTP, paspor bisa didapatkan di Mal,” katanya.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...