Bawaslu Sultra
Ketua Bawaslu Sultra, Hamirudin Udu. (FOTO:Facebook.com)

Kabarkendari.com – Diam-diam dua anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Kendari berinisial HI dan AWD ke rumah jabatan Wali Kota Kendari jelang pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kota Kendari. Padahal, putra Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra ikut menjadi kontestan di Pilkada 2017.

Informasi ini diungkapkan Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu, Kamis 2 Maret 2017. Setelah melakukan klarifikasi kepada para pihak terkait dugaan suap kepada anggota KPU Kota Kendari, ditemukan keterangan dan isi rekaman suara bahwa dua komisioner itu pergi ke rujab wali kota sekitar Januari atau ditengah tahapan pilkada.

Hamiruddin juga mengungkapkan, staf KPU bernama Hasriani di waktu yang berbeda ikut bertemu dengan tim pemenangan pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman.

“HI dan AWD di rujab dengan walikota, Hasriani dengan timnya Rasak pada Februari,” ungkap Hamiruddin, Kamis 2 Maret 2017.

Bawaslu menganggap, tindakan mereka telah melanggar kode etik sehingga mereka merekomendasikan kasus ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP.

“Kita akan serahkan hasil kajian ini ke DKPP satu dua hari ini,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Sultra telah menggelar pleno hasil klarifikasi dugaan suap kepada tiga anggota KPU Kota Kendari.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengaku, hasil pleno mereka memutuskan dua anggota KPU Kota Kendari berinisial HI dan AWD serta satu staf KPU Kota Kendari Hasriani direkomendasikan untuk diperiksa DKPP.

“Rekomendasi Bawaslu ke DKPP,
1. mengumumkan status laporan di papan pengumuman Bawaslu Sultra
2. merekomendasikan terlapor I, terlapor III, dan terlapor IV untk diperiksa lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkap Hamiruddin Udu melalui pesan WhatsUpp, Rabu 1 Maret 2017.

Dari hasil klarifikasi, jelas Hamiruddin, penyuapan tidak ada bukti yang menguatkan laporan pelapor. Tapi dari keterangan saksi dan rekaman, ada komisioner KPU dan staf honorer KPU yang pernah bertemu dengan tim paslon.

“Walau pun tim paslon yang berhubungan dengan mereka adalah tim paslon yang berbeda,” paparnya.

Pertemuan itu, lanjut dia, ada yang dilakukan di hotel dan ada yg dilakukan di rumah jabatan.

“iya, staf honorer KPU melakukan pertemuan dengan tim paslon tertentu di salah satu hotel,” katanya.

Pada sisi lain, tambah dia, terungkap pula ada pertemuan beberapa komisioner KPU di rujab Wali Kota Kendari tanpa sepengetahuan komisioner lainnya atau di luar kebiasaan yang sering terjadi di KPU.

“Kalau terlapor lainnya tidak cukup bukti,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...