Bawaslu Sultra
Ketua Bawaslu Sultra, Hamirudin Udu. (FOTO:Facebook.com)

Kabarkendari.com – Bawaslu Sultra mengidentifikasi, empat daerah penyelenggara Pilkada 2017 di Sulawesi Tenggara, meliputi Kendari, Buton Bombana, dan Muna Barat sebagai daerah paling rawan terjadi kecurangan pilkada.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Sultra, Hamirudin Udu, Kamis 06 Oktober 2016, saat memaparkan potensi masalah pada Pilkada serentak 2017 mendatang di hadapan Kepolisian Daerah Sultra, pada acara deklarasi damai.

Penilaian itu kata Hamirudin Udu, berdasarkan adanya keikutsertaan calon dari petahanan, anak dari petahana, profesionalitas penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum, pemuktahiran daftar pemilih tetap (DPT), kentestasi seluruh kabupaten/kota, politik uang, menggunakan fasilitas Negara dan adanya mobilisasi dari aparatur sipil Negara (ASN) yakni PNS.

“Olehnya itu empat kabupaten/kota ini kami menilai menjadi rawan pilkada. Nilainya adalah rawan tinggi. Hal ini kami menilai dari pemilihan umum presiden, pemilihan anggota dewan hingga pilkada serentak mendatang,” jelasnya.

Yang paling menonjol katanya, pelanggaran itu mulai muncul yakni soal pemuktahiran data pemilih, pada empat kabupaten/kota Kendari, Bombana, Buton dan Muna Barat ini sudah mulai nampak. Contohnya di Kendari, ada kenaikan jumlah DPT sebanyak 50 ribu orang. Jumlah ini tidak sinkron dengan DPT pada pilpres dan pilcaleg lalu.

“Yang uniknya di Bombana dan Buton, ada peningkatan 17 ribu DPT, tapi hasil analisa dari pusat statistik Sultra, dua daerah ini, peningkatannya tidak signifikan, hanya tiga persen. Olehnya itu kami meminta tolong dicek kembali DPT yang telah divalidasi,” bebernya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...