hayani imbu
Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu (kiri), saat menggelar jumpa pers terkait dua anggota PPS di Kota Kendari yang diberhentikan karena memiliki ikatan keluarga dengan anggota PPK setempat. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Belum genap sebulan dilantik, dua anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, langsung diganti.

Mereka adalah Hasna Abdu di Kelurahan Angggilowu dan Syarifa di Kelurahan Labibia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Hayani Imbu mengatakan, diketahui ada dua anggota PPS yang memiliki suami sebagai penyelenggara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Dua-duanya memiliki suami di PPK Mandonga. Makanya, kita minta memilih. Suami yang mundur atau istri. Disepakati, istri yang mundur dan suami mereka tetap berada di PPK,” ungkap Hayani Imbu di gedung KPU Kota Kendari, Jumat 29 Juli 2016.

Hayani mengaku, pergantian dua PPS ini menyangkut soal kepatutan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2013, bahwa tidak boleh suaminya menjadi anggota PPK dan istrinya menjadi anggota PPS atau sebaliknya.

“Memang dilarang dalam aturan. Kalau misalnya terjadi masalah keluarga, siapa yang mau atur. Makanya, kita minta mereka memilih,” jelasnya.

Menurut Hayani, dua anggota PPS yang masing-masing memiliki suami di tingkatan PPK baru diketahui setelah proses pelantikan 20 Juli 2016. Sebelumnya, kata dia, tidak ada tanggapan masyarakat terkait dengan status mereka.

“Kita juga sudah umumkan ke publik, tapi sampai pada sesi wawancara kemarin, tidak ada klarifikasi masyarakat. Nanti, ada tanggapan setelah kita umumkan,” alasnya.

Hayani menjelaskan, pada proses fit and propertest, KPU tidak menanyakan mengenai status suami istri. KPU, kata dia, hanya menanyakan tentang independensi, persoalan pencalonan, aturan dan rekam jejaknya.

“Kita pertanyaannya standar saja. Tidak tanyakan soal suaminya atau istrinya,” ujarnya.

Sama halnya dengan pemenuhan administrasinya. Pada saat mendaftar PPS atau PPK, tidak ada syarat untuk mengisi nama suami atau istri.

“Sederhana formulirnya kemarin. Beda dengan calon KPU, harus mengisi nama istri atau suami,” katanya.

Saat ini, KPU telah mengganti dua anggota PPS tersebut. Sedangkan suami mereka, tetap menjabat sebagai anggota PPK di Kecamatan Mandonga.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...