Umar Bonte
Umar Bonte. (KABARKENDARI/Kasman)

Kabarkendari.com – Keputusan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melakukan tes ulang narkoba kepada para bakal calon kepala daerah (balon kada) di tiga daerah di Sulawesi Tenggara, mengundang pertanyaan berbagai kalangan, terutama dari tim sukses para kandidat.

Juru bicara pasangan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud, La Ode Umar Bonte, mengatakan, keputusan tes ulang narkoba yang sedang dijalani para bakal calon kontestan Pilwali Kendari saat ini, diluar jangkauan nalar semua pihak yang mengikuti setiap tahapan proses pencalonan.

“Masalah ini, yang katanya karena terjadi kesalahan teknis, akan mempengaruhi opini publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam proses pemeriksaan narkoba oleh BNN. Tentunya, ini akan mengurangi kepercayaan publik terhadap kinerja BNN itu sendiri,” ketus Umar Bonte kepada kabarkendari.com, melalui selulernya, Jumat 30 September 2016.

Ketua F-PDIP DPRD Kota Kendari ini menyatakan, bisa jadi keputusan tes ulang narkoba tersebut merupakan salah satu bentuk kerja-kerja professional yang ditunjukkan BNN dalam rangka melahirkan calon pemimpin yang bebas dari narkoba. Sepanjang hal itu dilakukan secara terbuka dan transparan maka menurut Umar Bonte tidak ada masalah.

BACA JUGA: Hasil Tes Narkoba Balon Kada Bombana, Kendari dan Busel Bermasalah

Hanya saja, lanjut dia, dalam kontek ini, tidak ada penjelasan secara detil tentang masalah yang sedang terjadi. “Katanya sih kurang sampel rambut, tapi kan sangat janggal kalau hanya tiga daerah saja yang kurang sampel rambutnya, kenapa yang lain tidak. Dan tidak mungkin sampel rambut semua kandidat di tiga daerah ini berkurang. Kalau itu terjadi, maka ini kesalahan besar yang dilakukan BNN,” tandasnya lagi.

Umar mencurigai, ada pihak-pihak yang tidak mau menerima hasil tes narkoba sebelumnya sehingga ada upaya-upaya dalam mendorong terlaksananya tes ulang narkoba. “Kami mencium aroma, ada ruang-ruang kompromitif yang sengaja dibangun untuk menutupi hasil pemeriksaan sebelumnya,” tudingnya.

Mantan Ketua MPM Universitas Halu Oleo Kendari ini menegaskan, pihaknya sangat dirugikan dengan proses pemeriksaan narkoba yang tertunda ini. Pasalnya, semua pikiran, tenaga, dan waktu terpaksa terbuang sia-sia untuk menjalani proses ini, yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk bersosialisasi.

“Apalagi, kami sangat yakin dan percaya bahwa calon kami bersih dari yang namanya narkoba,” uajrnya.

Umar mengomentari hal ini bukan menafikkan kerja-kerja BNN dalam melakukan pemeriksaan terhadap para calon.

Hanya saja, ada kekhawatiran yang muncul dalam proses ini. Menurutnya, tim-tim pemenangan pasangan Zayat-Suri Syahriah telah membangun komitmen bersama untuk mengawal setiap tahapan proses Pilwali Kendari demi mendorong hasil Pilwali yang bersih dan berintegritas.

“Kami akan terus mengawasi proses. Pada saat ini kami juga sedang mengawasi secara ketat proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh penyelenggara pemilihan. Dalam proses ini, ada celah yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum berkepentingan untuk memasukkan orang luar Kendari yang berdiam sementara di Kendari sebagai daftar pemilih.”

“Sebab, ada kemungkinan orang luar dimasukkan dalam daftar pemilih tetap, meskipun orang itu tidak memiliki kartu keluarga atau KTP Kendari. Itu bisa saja terjadi tergantung niat individu. Apalagi, pada saat pencoblosan nanti, pemilih tidak lagi membawa KTP atau KK, tapi membawa kartu panggilan model C6. Ini juga yang sementara kita awasi, selain proses tes narkoba tadi,” tutupnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...