Demo Kopkit Kendari
Aliansi Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan (Ansel) Sultra, berunjukrasa di depan Warung Kopkit Rabu 12 Oktober 2016. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Sejumlah pemuda yang menamakan diri Aliansi Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan (Ansel) Sultra, Rabu 12 Oktober 2016, melakukan aksi unjuk rasa di Warung Kopi Kita (Kopkit) Kendari. Mereka mempersoalkan pemanfaatan bahu jalan sebagai lahan parkir.

Menurut mereka, penggunaan bahu jalan sebagai lahan parkir menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan itu.

Menariknya, demonstrasi dilakukan bertepatan dengan kegiatan “Zayat-Suri Mendengar Pakar dan Pelaku Bicara” di Warkop seputaran Tugu Persatuan tersebut.

Koordinator lapangan Jefri mengatakan, pihak Kopkit menggunakan bahu jalan untuk tempat parkiran. Hal ini bisa menimbulkan kemacetan karena pihak perusahaan tidak menyiapkan lahan parkir yang layak.

BACA JUGA: Derik-Suri Siap Jadi Pelayan Masyarakat, Bukan Dilayani

“Secara konstitusional, telah diatur mengenai bangunan atau jenis usaha yang bisa menyebabkan kemacetan. Untuk itu, pihak Kopkit untuk menunjukkan Amdal dan analisis dampak lalu lintas (Andalalin),” teriaknya.

Menurutnya, letak Kopkit ini berada tepat di simpang jalan. Sehingga kerap menimbulkan kemacetan. Dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat sudah jelas menyebutkan bahwa bangunan atau jenis usaha tidak boleh menimbulkan kemacetan.

Untuk itu, mereka mendesak agar pihak pengelola Kopkit untuk profesional dan menyediakan fasilitas lahan parkir. Kedua, mereka mendesak DPRD Kota Kendari untuk memanggil semua pihak yang terkait dan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan manajemen Kopkit.

“Kami mendesak DPRD Kota Kendari untuk membuat rekomendasi terkait pemberhentian sementara aktivitas operasi Kopkit sebelum hearing dilakukan,” tekannya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...