peresmian pasar baru
Asrun bersama pedagang Pasar Baru. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Wali Kota Kendari Asrun mengungkapkan alasannya tidak melakukan rehabilitasi bangunan rumah jabatan walikota. Menurutnya kepentingan publik jauh lebih penting dibanding rumah walikota.

Saat ini kondisi rumah jabatan Walikota Kendari memang belum lagi tersentuh rehabilitasi semenjak ditinggali Asrun dan keluarga. Padahal, Asrun telah dua periode menjadi Wali Kota Kendari.

BACA JUGA: Pasar Wuawua Akhirnya Diresmikan

“Saya tidak rehab Rujab dan kantor. Yang saya bangun adalah fasilitas publik. Kalau Rujab, saya dan istri saya yang tinggal. Kalau fasilitas publik, ini untuk kepentingan seluruh masyarakat Kota,” ungkap Asrun.

Menurut Asrun, pasar di kota ibarat sawah di kampung. Bagi masyarakat kota, pasar adalah sumber mata pencaharian dan bergantung hidup sebagian masyarakat.

“Pasar ini adalah urat nadi kehidupan kota,” katanya.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi pedagang di pasar ini adalah bersaing dengan sebuah mall megah Lippo Plaza yang berdiri tepat disamping kiri pasar baru.

“Pengelola pasar harus kesan negatif dan pasar tradisional tetap eksis di persaingan ritel saat ini,” ujarnya.

Asrun mengungkapkan, akan terus memperhatikan pasar tradisional dan memolesnya lebih modern. Kesan tradisional selama ini yang terlihat kumuh dan kotor, sudah diklaim telah ditangani secara maksimal.

“Saya ingin jadikan modern namun tetap tradisional di tengah ekspansi ritel. Kita bangunkan pasar kota, pasar kaki lima, Pasar Lapulu dan sekarang lagi dibangun pasar Baruga. Ke depan, kita akan bangun Pasar Aundonohu dan sementara kita lagi carikan lahannya,” jelasnya.

BACA JUGA: Tender Proyek Pembangunan Pasar Baruga Diduga Bermasalah

Sementara itu, Plt Ketua DPRD Kota Kendari Husen Machmud mengaku, suksesnya pembangunan pasar ini berkat kerjasama antara DPRD dan Pemkot Kendari.

“Keberadaan pasar ini kami Dewan berupaya untuk laksanakan tugas kami dalam fungsi pembentukan perda. Kami telah bentuk perda pengelolaan pasar,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...