Wali Kota Kendari, Asrun, menyesalkan pernyataan Gubernur Sulawesi Sultra Nur Alam yang menyebut Pemkot Kendari telah mengklaim sejumlah keberhasilan pembangunan Pemprov Sultra.
Wali Kota Kendari, Asrun, menyesalkan pernyataan Gubernur Sulawesi Sultra Nur Alam yang menyebut Pemkot Kendari telah mengklaim sejumlah keberhasilan pembangunan Pemprov Sultra. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Wacana Musyawarah Wilayah Luar Biasa yang menggelinding di internal Partai Amanat Nasional Sulawesi Tenggara pascapenangkapan Umar Samiun oleh KPK ditanggapi dingin oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Kota Kendari Asrun.

Menurut Wali Kota Kendari ini, wacana ini tidak boleh memunculkan kesan untuk meninggalkan Umar Samiun. Menurutnya, meski Umar sudah ditahan lembaga antirasua, namun kasusnya belumlah inkrah.

“Akan diskusikan dengan pimpinan di Jakarta. Karena mereka pasti dengarkan masukan kita. Kasus Umar belum inkrah dan kita jangan terkesan tinggalkan beliau (Umar Samiun),” ungkap Asrun, Jumat 24 Februari 2017.

Meski bijak terhadap Umar, Asrun tetap mengingatkan kepada DPP PAN untuk tidak boleh larut dalam masalah ini. Sebab, masih ada agenda politik selanjutnya yang butuh perhatian khusus.

“Kita tidak boleh larut dengan ini. Nanti didiskusikan bersama Jakarta. Mungkin juga ada dulu karateker. Ini hanya usulan saja karena kami hanya anak buah. Terserah DPP saja,” katanya.

Menurut dia, roda organisasi tetap bisa jalan karena ada ketua harian dan sekretaris umum.

“Ada juga ketua harian untuk jadi pelaksana,” jelasnya.

Bila DPP meminta untuk digelar Muswilub, apakah Asrun akan maju? Dia menegaskan, akan mendiskusikan dulu dengan DPP.

Ketua DPW PAN Sultra Umar Samiun telah ditahan oleh KPK atas kasus dugaan suap Pilkada Buton 2011 lalu. Dia disangka oleh KPK telah menyuap mantan hakim MK Akil Mochtar kurang lebih Rp 2 miliar.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...